Mungkinkah Presiden AS Donald Trump Intruksikan Pembunuhan Assad?

Buku Fear: Trump in the White House sebut Presiden AS Donald Trump ingin membunuh presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto New York Post
Buku Fear: Trump in the White House sebut Presiden AS Donald Trump ingin membunuh presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto New York Post

Yerusalem,Sayangi.com- Menteri intelijen Israel pada Rabu (5/9) mengklaim tidak tahu Presiden Amerika Serikat Donald Trump pernah memerintahkan pembunuhan terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Sebelum kabar menggegerkan tersebut tersingkap,sebuah buku berjudul Fear: Trump in the White House menceritakan Trump memerintahkan menteri pertahanan AS membunuh Bashar. Dikabarkan perintah pembunuhan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai balasan atas penggunaan senjata kimia terhadap warga sipil Suriah pada 2017. Woodward menulis Menteri Pertahanan James Mattis menjawab akan melakukannya.

Namun sebaliknya Mattis justru melakukan hal lain. Menhan AS iniĀ telah menggelar serangan udara yang tidak mengancam nyawa Bashar. Trump sendiri menjawab tudingan itu adalah sebuah tipuan terhadap publik. Senada dengan Trump Mattis menyebut buku Woodward sebagai sebuah fiksi yang hanya bisa terjadi di Washington.

Seirama dengan ucapan dua petinggi AS tersebut,Menteri Intelijen Israel Yisrael Katz kepada stasiun radio 102 FM menuturkan Saya tidak mengetahui adanya perintah itu. Dia (Trump) juga membantahnya,

“Apa yang bisa saya katakan dalam koordinasi antara Amerika Serikat dan Israel, adalah persoalan rezim di Suriah. Dan tentu saja persoalan tersebut menjadi bahan diskusi.

Katz menambahkan Israel tidak punya niat untuk menggulingkan Bashar. Meski selama ini Israel menyatakan netral terhadap perang saudara di Suriah, namun Tel Aviv sudah sering menggelar serangan udara di negara tetangganya tersebut. Serangan Israel mentargetkan fasilitas militer Iran dan Hizbullah, dua sekutu Bashar yang aktif dalam perang di Suriah,klaim Kartz.

Sementara itu di sisi lain, Bashar terus menerus menyatakan sikap permusuhan terhadap Israel. Namun Katz mengaku tidak punya alternatif yang lebih baik dibanding Bashar. “Tentu saja Bashar telah melakukan tindakan yang mengerikan. Tetapi kelompok oposisi, ISIS dan yang lainnya, juga tidak lebih baik. Kami sangat berhati-hati dalam hal ini demi kepentingan nasional kami sendiri,” ujarnya.

Buku berjudul Fear: Trump in the White House ditulis oleh seorang jurnalisĀ  Bob Woodward. Nama Woodward pernah menggemparkan dan terkenal lantaran ia melaporkan skandal Watergate pada 1970-an. Kasus itu berhasil menjadi pemicu turunnya Presiden Richard Nixon. Sejak masa itu Woodward telah menulis sejumlah buku yang mengungkap segala hal di balik kelambu Gedung Putih.
sumber: nypost.com