Polwan yang Dikabarkan Akan Dipersunting Ahok Pernah Dinas di Polda Metro Jaya

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) /Foto: Sayangi.Com

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikabarkan akan kembali menikah seusai menjalani masa hukuman di Rutan Mako Brimob. Setelah bercerai dari Veronica Tan, Ahok rencananya akan menikahi seorang Polwan berinisial Bripda PND.

Bripda PND sendiri dikabarkan merupakan inisial dari Puput Nastiti Devi. Dari informasi yang beredar, Puput pernah bertugas mendampingi Veronica Tan, saat masih menjadi istri Gubernur DKI Jakarta.

Kepala Yanma Mabes Polri Kombes Yudi mengatakan, saat ini Puput bertugas sebagai Banum Urpers Subbagrenmin Yanma Polri. Sebelum berdinas di Mabes Polri, yang bersangkutan pernah berdinas di Polda Metro Jaya.

“Kalau Bripda Puput memang dulu pernah berdinas di Polda Metro Jaya,” ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (6/9).

Kendati demikian, Yudi enggan menanggapi informasi soal Puput yang akan dipersunting mantan Bupati Belitung Timur itu. Ia juga belum dapat memastikan, apakah nama yang selama ini beredar benar Puput yang merupakan anak buahnya.

“Kalau tanya informasi tanya pada yang bersangkutan,” pungkas Yudi.

Sebelumnya, Kepala Yanma Polda Metro Jaya AKBP Gunawan mengatakan, tidak ada nama Puput dalam susunan jajarannya. “Tidak ada nama itu di Polda, mungkin di Mabes ya,” ucap Gunawan.

Kabar Ahok akan menikahi Polwan pertama kali diberitakan media Asiatimes (atimes.com) dengan judul “Military Aim to Keep Widodo in Power”.

“Prioritas utama Purnama (Ahok) setelah keluar dari penjara adalah sesuatu yang pribadi, yaitu pernikahan dengan polwan yang sempat tertunda. Polisi wanita itu pernah bertugas untuk mengawal Veronica,” demikian yang ditulis Asiatimes.

Seperti diberitakan sebelumnya, keretakan rumah tangga antara Ahok dengan Veronica mencapai puncak pada awal Januari 2018. Diisukan seorang teman dekat Veronica berinisial JT adalah sebab perceraian antar keduanya.

Ahok divonis 2 tahun penjara pada tahun lalu, karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama. Bila dihitung dengan remisi, Ahok kemungkinan akan bebas dari Rutan Mako Brimob pada awal 2019 mendatang.