Erick Thohir Dinilai Tepat Jadi Ketua Timses Jokowi-Ma’ruf Amin, Ini Alasannya

Erick Thohir. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Pengamat politik Karyono Wibowo menilai, Erick Thohir cocok untuk menjadi ketua tim sukses pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Karena menurutnya, Erick merupakan sosok yang cukup piawai dalam memimpin organisasi dan multi talenta.

“Rekam jejak kepiawaian memimpin bisa dilihat dari mulai bidang olah raga hingga bisnis. Keberhasilannya memimpin penyelenggaraan Asian Games ke-18 membuktikan kemahiran dan kematangan dari seorang Erick Thohir,” ujar Karyono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/9).

Figur kepemimpinan Erick, kata Karyono, juga tidak perlu diragukan lagi. Paling teranyar dapat dilihat dari keberhasilan ia memimpin Inasgoc, dalam gelaran Asian Games 2018.

“Tidak ada keberhasilan tanpa bekerja keras. Erick adalah sosok yang menggabungkan prinsip kerja keras dan kerja cerdas,” jelasnya.

Oleh karenanya, sambung Karyono, merupakan strategi yang tepat mempercayakan sosok Erick Thohir untuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional Pasangan Calon Presiden¬† Jokowi – Ma’ruf Amin. Dengan kemampuan yang dimilikinya, kepemimpinan Erick Thohir akan manambah energi baru dalam tim Jokowi.

“Dengan kemampuan manajerial dan rekam jejak kesuksesan menghantarkan Asian Games dan keberhasilannya di beberapa bidang usaha bisa menjadi modal untuk memimpin tim kampanye nasional,” tuturnya.

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) ini juga mengatakan, kehadiran sosok Erick akan menaikkan citra positif pasangan Jokowi – Ma’ruf. Selain kisah sukses yang disandangnya, sikap Erick yang tetap “cool” menambah pesona dan kharisma sosok yang berlatar belakang pengusaha ini.

“Erick tidak hanya kaya harta tapi juga kaya ide dan gagasan yang menginspirasi bagi sebuah prestasi,” katanya.

Kendati demikian, menjadi ketua tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin bukanlah tugas yang mudah. Salah satu tantangan yang harus dihadapi Erick ialah menyolidkan koalisi dan menjawab isu-isu ekonomi.

“Selain masalah kurs rupiah yang anjlok, isu ekonomi lainnya seperti isu masuknya tenaga kerja asing, isu utang, dll juga memerlukan strategi tersendiri. Di sisi lain, realitas politik yang penuh propaganda SARA dan isu-isu negatif campaign dan black campaign menjadi tantangan yang memerlukan kearifan, kecerdasan dan kelihaian untuk menanganinya,” tandasnya.