Ayah dan Anak Kompak Bobol Database Nasabah Kartu Kredit dan Debit

Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya memperlihatkan para tersangka dan barang bukti kasus pembobolan kartu kredit. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil mengungkap kasus pembobolan kartu kredit. Dalam kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan enam tersangka berinisial E alias Enos, EA, FIT, BRS, F dan Y.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan, modus keenam tersangka ialah dengan cara membeli database dari internet. Setelah itu, pelaku menghubungi korban dan mengaku dari pihak Credit Card Center dan dari Otoritas Jasa Keuangan

“Tersangka Enos membeli data base kartu kredit dari R yang saat ini DPO dengan cara memesan melalui Whatsapp, dengan harga Rp500 ribu untuk 3.000 data,” ujar Ade Ary di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (7/9).

Setelah itu, kata Ade Ary, FIT dan Enos yang merupakan ayah dan anak mensortir data nasabah yang masih aktif dengan membelanjakan pulsa di situs sepulsa.com, dengan cara memasukkan seri kartu kredit. Jika data nasabah tersebut masih aktif, maka muncul permintaan kode OTP (One Time Password).

Selain membobol data nasabah kartu kredit, para tersangka juga membobol data nasabah kartu debit. Tujuannya untuk memindahkan dana yang ada di rekening korban.

“Para tersangka melakukan aksinya itu setiap hari kerja dan jam kerja dengan jumlah korban lebih dari 50 nasabah,” pungkasnya.

Dalam kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, seperti uang tunai Rp10 juta, satu unit mobil dan 17 unit ponsel beserta sejumlah simcard.

Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.