Dewan HAM PBB Serukan Mesir Batalkan Hukuman Mati Massal

Ketua Dewan HAM PBB Michelle Bachelet. Foto Washington Blade
Ketua Dewan HAM PBB Michelle Bachelet. Foto Washington Blade

Jenewa,Sayangi.com- Ketua Dewan HAM PBB, Michelle Bachelet serukan pengadilan banding Mesir membatalkan hukuman mati massal. Hukuman mati tersebut,sebelumnya telah ditetapkan oleh pengadilan yang lebih rendah terhadap puluhan orang, termasuk pentolan Ikhwanul Muslimin.

Bachelet menyebut, puluhan orang tersebut telah menjalani proses persidangan yang tidak adil. Ia juga mengkritik hukum yang memberikan kekebalan terhadap pasukan keamanan senior.

Dilansir Reuters pada Senin (10/9) Bachelet menyatakan, “Jika putusan hukuman tersebut dilakukan,hal ini akan merepresentasikan kegagalan hukum yang kotor dan tidak bisa diubah”.

“Tergugat ditolak haknya untuk mendapatkan pengacara secara individu dan untuk menyajikan bukti. Sedangkan jaksa tidak memberikan bukti yang cukup untuk membuktikan kesalahan mereka,” imbuhnya.

Pengadilan Mesir pada hari Sabtutelah memvonis mati sebanyak 75 orang, termasuk para pentholan  Ikhwanul Muslimin. Mereka yang dihukum mati merupakan demonstran yang menggelar aksi duduk di Rabba dan Nahda, Kairo pada tahun 2013 silam.

Barisan pemimpin senior Ikhwanul Muslimin yang divonis mati adalah Essam el-Erian dan Mohamed Beltagi. Sementara pemimpin spiritual kelompok Ikhwanul Muslimin lainnya Mohamed Badie, dihukum penjara seumur hidup.

Mereka yang dijatuhi hukuman pada hari Sabtu dituduh melakukan pelanggaran terkait keamanan. Para demontran juga dituduh melakukan penghasutan guna melakukan kekerasan dan merencanakan protes ilegal.