Era Presiden Trump Gedung Putih Dicekam Intrik dan Saling Tuduh

Presiden AS Richard Nixon yang tersandung Watergate (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. Foto Getty Image
Presiden AS Richard Nixon yang tersandung Watergate (kiri) dan Presiden AS Donald Trump. Foto Getty Image

Washington,Sayangi.com- Lingkaran pertama presiden Trump di Gedung Putih tengah tercekam intrik dan saling tuduh. Para staff khusus tersebut tengah  sibuk mencari siapa yang menulis opini yang dimuat harian New York Times yang menuduh adanya kekacauan dalam pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejak berbulan-bulan, pemerintahan Presiden Trump dan berbagai skandal yang melibatkannya mengundang perbandingan dengan skandal Watergate. Seperti diketahui skandal Watergate akhirnya memaksa Presiden Richard Nixon mengundurkan diri.

Dan minggu ini sejarah sepertinya berulang kembali, kata kantor berita Associated Press. Menurut laporan AP hampir tiap elemen dan kemelut yang melanda Presiden Trump persis sama dengan Skandal Watergate, kata laporan AP itu.

Presiden Donald Trump menunjukan keputusasaan yang pernah terjadi sebelumnya di Washington 45 tahun yang lalu.  Saat itu Presiden Richard Nixon memerintahkan pemecatan terhadap jaksa khusus Watergate, Archibald Cox.

Nixon berfokus untuk mengakhiri penyelidikan Watergate, seperti Trump ingin menutup penyelidikan pengacaranya khusus soal campur tangan Rusia dalam pemilu 2016.

Namun ternyata keputusan Nixon tersebut ternyata sangat buruk baginya. Bukan hanya dia tidak bisa menggagalkan penyelidikan, tetapi juga, 10 bulan kemudian, dia dipaksa mengundurkan diri dari jabatan Presiden AS.

Telah diwartakan sebelumnya Presiden Trump telah memecat pejabat Jaksa Agung dan direktur FBI James Comey. Pemecatan tersebut telah memicu penyelidikan oleh Jaksa Khusus Robert Mueller.

Saat ini Jaksa khusus Robert Mueller juga sedang menyelidiki peretasan komputer milik Komite Nasional Partai Demokrat, badan yang pernah menjadi sasaran dalam peristiwa Watergate.

Kali ini penyelidikan Jaksa khusus, terkait dengan Rusia dan bukan dengan Gedung, Putih namun terkait dengan intervensi Rusia memenangkan Trump.  Penyelidikan tersebut telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Trump mungkin mencoba untuk menutup penyelidikan Mueller.Tetapi jika dia memecat Mueller, dia bisa menghadapi hasil yang sama seperti yang dihadapi Nixon.

Beberapa wartawan yang memicu pengunduran diri Nixon, kini tampaknya masih terus membayangi Presiden Trump. Dua wartawan harian Washington Post Bob Woodward dan Carl Bernstein, yang membongkar pembobolan kantor partai Demokrat di gedung apartemen Watergate tahun ’70-an tampaknya masih terus membayangi Presiden Trump dan membuatnya  marah.

“Agen Partai Demokrat,” tulis Trump lewat Twitter, mengacu pada Bob Woodward. Tentang Bernsteini Trump menyebutnya “orang goblok.

Semua orang berusaha memojokkan saya,” kata Trump kepada seorang pembantunya. Ditengah kegalauan Trump, buku yang ditulis Woodward yang berjudul “Fear”.akan segera terbit.

Buku itu menggambarkan peristiwa tragikomedi yang terjadi di Gedung Putih, dimana para pembantu utama presiden menyebut Trump sebagai “idiot.”

 

Daftar orang-orang yang dianggap Trump sebagai musuhnya tampak jelas dalam postingan Twitternya.  Daftar yang ditulis Trump termasuk Jaksa Agung, pendahulunya. Tak ketinggalam beberapa mantan pejabat keamanan nasional. Trump juga menuliskan ancaman akan mencabut security clearance atau surat-surat keamanan tingkat tinggi mereka.

sumber: Associated Press (AP)