Kecelakan Cikidang, Polri: Bila Terbukti Biarkan Bus Tak Laik Jalan Beroperasi, Pemilik akan Ditindak

Bus masuk jurang di Cikidang, Sukabumi. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Bus Jakarta Wisata Sport mengalami kecelakaan di kilometer 26 arah Jakarta menuju tempat wisata arung jeram di kawasan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (8/9). Akibat kecelakaan ini, 21 penumpang bus meninggal dunia.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya melalui Kakorlantas Irjen Pol Refdi Andri telah meninjau dan meneliti lokasi. Menurutnya, pengusaha dan pemilik bus nahas tersebut dapat ditindak, bila terbukti membiarkan bus tak laik jalan beroperasi.

“Pengusaha dan pemilik kendaraan bisa ditindak karena kendaraan itu sudah beberapa tahun tidak diperiksa kelaikan jalannya, makanya perlu dipertanyakan kondisi kendaraannya. Kalau kondisi tidak laik kenapa dijalankan, itu tanggung jawab dari pemilik,” ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/9).

Setyo mengakui, ada sejumlah ruas jalan di wilayah Jawa Barat yang hanya bisa dilalui oleh kendaraan yang prima. Oleh karena itu, Polri mengimbau para pengusaha bus dan pemilik kendaraan rutin memeriksakan kondisi kendaraannya.

“Saya mengimbau atas nama Polri, sebelum melalui suatu daerah, diteliti dulu apakah kendaraan laik jalan atau tidak. Kemarin itu adalah jalan yang tidak direkomendasi oleh bus, tapi mungkin mereka ambil jalan pintas agar cepat,” terangnya.

Selain kondisi kendaraan, kata Setyo, sejumlah faktor lain juga dapat menunjang kecelakaan lalu lintas. Sehingga tiap pengemudi wajib berhati-hati terhadap faktor seperti cuaca, kondisi jalan dan sebagainya.

“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Kalau mau pakai kendaraan bus, harus dicek lewat mana saja dan dicek kendaraan itu,” jelasnya.

Lebih jauh Setyo menyebut, Polri telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, agar kendaraan umum yang beroperasi laik jalan. Namun, ada saja pihak yang membandel dan memanfaatkan kelengahan petugas.

“Kita selalu kerja sama dengan perhubungan darat dan Organda. Tetapi masih ada yang memanfaatkan kelengahan petugas dan kendaraan tidak laik jalan beroperasi,” tuturnya.