Silaturahmi ke Markas Kostrad, Kapolri Tekankan Pentingnya Soliditas TNI-Polri

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian diangkat oleh prajurit Kotstrad disaksikan Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa saat melakukan kunjungan ke Markas Komando Strategi Angkatan Darat Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Jakarta, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian didampingi pejabat utama Mabes Polri dan Kapolda Metro Jaya melakukan silaturahmi bersama prajurit dan seluruh pejabat Kostrad di Markas Komando Strategi Angkatan Darat Jakarta Pusat , Senin (10/9/2018).

Dalam kunjungannya Kapolri disambut Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa, kemudian menerima Disappear Gelar pasukan dan Alutsista dilanjutkan dengan kunjungan ke museum Darma Bhakti Kostrad dan foto bersama di serambi kehormatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan acara ramah tamah, menyaksikan penayangan film Kostrad dan kata sambutan selamat datang oleh Pangkostrad.

Dalam sambutannya Kapolri menyampaikan ini merupakan kali kedua dia datang ke Makostrad, dan ini pertama kalinya memberikan arahkan ke pada pejabat Kostrad. Tito mengaku sangat bangga.

Tito kemudian menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi negara maju dan berbagai survei menyampaikan Indonesia akan menjadi negara dominan dengan syarat adanya stabilitas politik dan kemanan dan pertumbuhan ekonomi diatas 5%.

“Dalam pencampaian Asian Games 2018, Indonesia meraih posisi nomor 4. Ini merupakan momentum yang besar untuk menjadikan negara ini bangkit,” kata Tito.

Tito selanjutnya bercerita ketika beberapa waktu lalu diundang oleh kamar dagang Internasional di Singapura. Dalam pertemuan tersebut Tito menyampaikan pentingnya hubungan baik antara Polri dan TNI untuk menjaga stabilitas kemanan, karena Polri dan TNI merupakan lembaga negara yang memiliki personel yang sangat besar, organisasi yang masif dan dukungan alutsista yang handal.

“Itu semua tidak akan penting kalau kita tidak memiliki dukungan dari publik, dan beberapa tahun terakhir ini Polri dan TNI menjadi lembaga yang di percaya Publik dari berbagai survei, artinya apa yang disampaikan oleh TNI-Polri akan didengar oleh publik,” lanjut Tito.

Menurut Tito, apabila hubungan TNI-Polri baik maka semua akan berjalan baik. Dia mencontohkan dalam penanganan gempa bumi di Lombok.

“Untuk penanganan gempa bumi di Lombok saya menyampaikan pangops-nya harus dari TNI karena kota banyak memerlukan alutsista untuk penangan korban gempa disana, kita memerlukan kapal untuk mengirimkan logistik, helikopter untuk evakuasi, pasukan Zeni untuk memperbaiki insfrastrukur, dan rumah sakit apung,” kata Tito.

Dalam rangka membangungun relasi yang baik antar kesatuan TNI-Polri, Tito menekankan pentingnya membuat kegiatan bersama, apel bersama, kegiatan personal untuk membangun ikatan batin dari tingkat pimpinan hingga grassroot. Sehingga hubungan baik TNI Polri akan terjalin untuk kepentingan bangsa, karena politik TNI Polri adalah politik yang setia kepada masyarakat, setia kepada pimpinan negara, dan setia kepada daerah teritorial. Dan negara yang kuat adalah negara yang kuat ekonominya, jumlah angkatan kerja yang besar dan row material yang berlimpah dan Indonesia memiliki potensi tersebut, demikian Tito Karnavian.

Selanjutnya rombongan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah diakhiri dengan tukar menukar cindera mata dan bersalaman dengan seluruh pejabat Kostrad.