Kementrian Pariwisata Jamin Tak Ada Mark Up Paket Tour Saat Pertemuan World Bank dan IMF

Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto Dokumen pribadi
Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto Dokumen pribadi

Jakarta,Sayangi.com- Kementerian Pariwisata berupaya memastikan tidak ada pihak yang melakukan mark up harga paket wisata yang akan ditawarkan kepada para delegasi dan peserta IMF-World Bank Meeting. Perhetalan tersebut akan digelar pada akhir tahun ini di Bali.

Dilaporkan, Kementerian Pariwisata berencana menawarkan 63 paket wisata ke tujuh destinasi dalam negeri yakni Bali, Lombok, Labuan Bajo Yogyakarta, dan Banyuwangi, Toraja, serta Danau Toba.

Kiat menghindari mark up harga oleh pihak tak bertanggung jawab, MenPar Arief Yahya menyebutkan kiatnya adalah pihaknya akan langsung menyertakan harga yang ditawarkan untuk masing-masing paket yang dikirimkan pada para peserta. Pengiriman tersebut melalui nawala atau yang lebih dikenal dengan sebutan newsletter.

Arief Yahya yang ditemui para awak media Gedung Kemenko Maritim, Senin (10/9/2018)menegaskan “Kita tidak mau ada premium price, dua kali lipat, tiga kali lipat. Jadi, dari awal sudah ada rupiahnya [harga paket wisata], di situ sudah tertera harga.

Dia membeberkan, untuk satu paket wisata berdurasi setengah hari di Bali bisa dipatok harga sebesar US$75. Adapun jenis paket yang ditawarkan bermacam-macam mulai dari mengunjungi lokasi wisata yang terkenal Bali. Tak cukup itu saja wisata lain yang ditawarkan adalah kegiatan olah raga seperti golf.

“Semua tentang harag paket wisata udah di publikasikan jadi nggak bisa main-main. Paket wisata per setengah hari sudah dibrandol sesuai dengan kelas menengah atas, sebesar US$150 per hari.

Pemerintah┬átelah berkoordinasi dengan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) untuk melayani turis maupun delegasi yang ingin mengambil paket wisata,” imbuh Yahya.