Eliminir Dolar AS, Rusia dan China Berencana Menggunakan Mata Uang Sendiri

Diplomasi Pancake antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.Foto Sputnik
Diplomasi Pancake antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin.Foto Sputnik

Moskow,Sayangi.com- Presiden Rusia Vladimir Putin hari Selasa (11/9) mengatakan Rusia dan China berencana lebih sering menggunakan mata uang negara mereka sendiri dalam transaksi perdagangan. Hal ini berpuncak dari memburuknya hubungan Rusia dengan negara Barat.

Menurut Putin, langkah tersebut akan “meningkatkan stabilitas bank-bank yang melayani operasi ekspor dan impor selagi ada risiko di pasar global.”

Rencana tersebut Putin ungkapkan saat menjamu Presiden China Xi Jinping. Saat ini Jinping sedang menghadiri Forum Ekonomi Timur di Vladivostok.

Di sela-sela forum ekonomi tersebut, kedua presiden ini melakukan diplomasi “Pancake” . Keduanya melakukan demonstrasi memasak kue pancake bersama saat membuka “Far East Street”. Acara tersebut merupakan pameran budaya dan ekonomi di kawasan itu.

Presiden Xi adalah salah satu nama besar di acara ‘Forum Ekonomi Timur’ di kota Vladivostok, Rusia timur. Forum tersebut salah satu fokusnya adalah membangun hubungan ekonomi dan Korea Utara.

Saat ini Rusia menghadapi sanksi yang lebih keras sejak membuat marah Barat dan Kiev karena mencaplok Krimea pada tahun 2014. Rusia juga dituduh oleh Barat mendukung pemberontak separatis di Ukraina timur.

Dalam beberapa bulan ini, Amerika menjatuhkan lebih banyak sanksi atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden Amerika. Selain itu Rusia juga mendapat sanksi dari Inggris terkait peracunan mantan agen mata-mata ganda Sergei Skripal dan putrinya di Inggris.

Sejak Amerika menjatuhkan sanksi terbaru dan mengancam akan melakukan tindakan lebih lanjut, nilai mata uang Rusia, rubel, turun tajam terhadap dolar dan euro. Dalam beberapa bulan terakhir,nilai yuan terhadap dolar juga menurun.

sumber: VOA news