Mardani Ali Sera dan Eks Jubir HTI Dilaporkan ke Bareskrim Atas Tuduhan Makar

Pengacara Publik LBH Almisbat Komarudin. (Foto: Syangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Lembaga Bantuan Hukum Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (LBH Almisbat) melaporkan politisi PKS Mardani Ali Sera dan mantan juru bicara HTI Ismail Yusanto ke Bareskrim Polri. Mereka berdua dinilai telah melakukan makar melalui gerakan #2019GantiPresiden dan ganti sistem kepemimpinan,  yang diunggah dalam sebuah video.

“Kita melihat ‎bahwa di media itu sempat ada unggahan terkait dengan kita yang diduga makar. Makanya itu kami laporkan Ismail Yusanto dan Mardani Ali Sera ke Bareskrim Mabes Polri,” ungkap Pengacara Publik LBH Almisbat Komarudin di Gedung Bareskrim Mabes Polri,  Rabu (12/9).

Menurut Komarudin, tidak ada yang boleh mengganti sistem pemerintahan yang ada di Indonesia. Bila ada yang tetap melanggar, dapat dikatakan ia sama saja melanggar Undang-undang yang ada.

“Kita tahu semua, sudah baku, harus sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar (UUD). Jadi itu yang digunakan di Indonesia,” katanya.

Di tempat yang sama, rekan Komarudin, Sanggam Indra menjelaskan, pihaknya membawa satu barang bukti dalam laporannya kali ini. Barang bukti tersebut, yakni video keduanya yang dianggap bernada makar.

“Sementara ini kita bawa alat bukti satu ‎dulu. Nanti habis penyidikan mungkin kita akan membawa bukti-bukti yang lainnya terkait Mardani Ali Sera dan Ismail Yusanto,” jelasnya.

Mardani dan Ismail diduga telah melanggar pasal 107 KUHP tentang makar. Mereka diancam dengan pidana maksimal 15 tahun penjara.

Laporan tersebut diterima Bareskrim dengan nomor LP/B/1113/IX/2018/Bareskrim tertanggal 12 September 2018 dengan nama pelapor Komarudin.