Aliansi Militer Amerika dan Suriah Lancarkan ‘Serangan Pungkasan’ ke Kawasan ISIS

Peralatan Militer AS di Suriah. Foto Sputnik
Peralatan Militer AS di Suriah. Foto Sputnik

Damaskus,Sayangi.com- Aliansi milisi dukungan Amerika mulai melancarkan ‘serangan pungkasan’. Serangan ini dikatakan sebagai tahap akhir dari operasi menumpas kelompok Negara Islam (ISIS) dari Suriah timur laut.

Dikutip dari nytimes.com, Kamis (13/9) Amerika Serikat memperkirakan bahwa ISIS masih memiliki sekitar 14.000 milisi di Suriah. Sedangkan  15.500 hingga 17.100 milisi diperkirakan berbasis di Irak.Walaupun ISIS tidak lagi sepenuhnya menguasai wilayah mana pun, namun  para milisi tersebut masih tersebar di padang pasir barat yang luas.

Hingga kini  milisi ISIS diperkirakan sebagian besar masih berada di kawasan yang membentang ke timur dari sungai Eufrat ke perbatasan dengan Irak. Wilayah ini berada sekitar 25 km dari kota Hajin yang meliputi Lembah Sungai Eufrat Tengah, serta di daerah gurun di selatan yang berbatasan dengan Afghanistan tengah.

Pertempuran kali ini SDF (Syrian Democratic Forces) telah melancarkan operasi untuk mengusir ‘sisa-sisa’ ISIS dari Hajin. Selain itu pasukan SDF berhasil menggempur desa desa- desa yang masih dikuasai ISIS di Provinsi Deir al-Zour setelah ISIS berhasil merebut daerah Baghuz dan Dashisha selama empat bulan terakhir.

Seorang komandan SDF yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya 15 milisi ISIS tewas pada hari pertama serangan Hajin.

“Bentrokan akan sengit di Hajin karena Daesh (ISIS) telah memperkuat posisi mereka, tetapi kami akan merebut (daerah itu),” ungkap komandan tersebut.

Media pemerintah Suriah melaporkan bentrokan sengit yang menggunakan serangan udara, tembakan artileri dan serangan darat pemerintah telah membom ‘tempat-tempat persembunyian’ ISIS. Pertempuran sengit telah menewaskan atau melukai sejumlah milisi ISIS.

Kelompok pemantau yang berbasis di Inggris, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia,melaporkan bahwa serangan udara, tembakan artileri dan serangan darat terhadap ISIS kali ini adalah yang terberat sejak beberapa bulan