Nur Mahmudi Penuhi Panggilan Polisi Terkait Dugaan Korupsi Pelebaran Jalan

Nur Mahmudi Ismail

Jakarta, Sayangi.com – Mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail akhirnya memenuhi panggilan polisi. Ia datang ke Mapolresta Depok didampingi tim penasehat hukumnya, Kamis (13/9).

“Hari ini, Kamis tanggal 13 September 2018 pukul 09.00 WIB, saudara Nur Mahmudi Ismail didampingi tim penasehat hukumnya memenuhi panggilan kami,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono ketika dikonfirmasi, Kamis (13/9).

Politisi PKS ini memenuhi panggilan dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Seperti diketahui, Nur Mahmudi telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pada kagiatan pengadaan tanah untuk pelebaran Simpang Jl Raya Bogor-Jl. Nangka tahun 2015.

“Dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan,” kata Argo.

Seperti diberitakan, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail sempat mangkir atas panggilan penyidik polisi. Kader PKS yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka Tapos Depok, Jawa Barat itu berasalan masih dalam pemulihan karena sakit cidera kepala.

“Pak Nur masih dalam pemulihan kesehatannya akibat benturan ketika bermain voli, jadi tak bisa datang hari ini,” kata Kuasa Hukum Nur Mahmudi, Lim Abdul Halim di Mapolres Depok, Kamis (6/9).

Polres Kota Depok menetapkan mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menjadi tersangka tindak pidana korupsi proyek pelebaran Jalan Nangka Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat. Selain Nur Mahmudi, penyidik tipikor pun juga menetapkan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Harry Prihanto, sebagai tersangka.