Polres Jaktim Ungkap Pelaku Kepemilikan Sejumlah Senpi Airsoft Gun Tanpa Izin

Polres Metro Jaktim Ungkap Pelaku Kepemilikan Sejumlah Senpi Airsoft Gun Tanpa Ijin.

Jakarta, Sayangi.com – Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) mengungkap kepemilikan beberapa senjata api (senpi) jenis airsoft Tanpa ijin kepemilikan resmi di kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (10/9) malam.

Pelaku ada dua orang bernama Sugeng Prihatin dan Cecep Dayu Hana.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Tony Surya Putra mengatakan bahwa barang bukti senjata jenis air softgun ini tidak dilengkapi surat kepemilikan.

Awal mula pengungkapan tersebut, ketika anggota jajaran Resnarkoba Polres melakukan pengembangan terhadap tersangka narkoba pada Selasa (11/9/) lalu.

“Jadi ini awalnya ini pengembangan DPO kasus Narkoba, Sat Narkoba melakukan penyelidikan terhadap DPO kemudian hasil penyelidikan tersebut diketahui berada di suatu tempat di Pasar Rebo, Jaktim. Namun saat itu tim melakukan pengrebekan dan hasilnya menemukan puluhan air softgun dan mengamankan dua terangka salah satunya DPO yang dicari,” kata Kombes Tony, Kamis (13/9).

Tony menjelaskan, bahwa dari hasil pemeriksaan pihaknya mengaku tidak menemukan adanya barang bukti narkoba walaupun, salah satu dari pelaku yang ditangkap terlibat kasus narkotika.

Dari pengungakapan tersebut, pihaknya menyita sebanyak 3 pucuk air softgun laras panjang, 28 senpi berbagai bentuk, dan 32 amunisi air softgun serta dua alat servis air softgun.

“Ini senpi jenis air softgun jika digunakan dalam jarak dekat akibatnya sangat fatal. Dan barang bukti ini tidak dilengkapi adanya surat kepemilikan,” ucapnya.

Dari pengakuan para pelaku, dikatakan Tony bahwa senjata air softgun tersebut adalah milik pelangganya, karena mereka mengaku telah membuka jasa servis air softgun. Bahkan bisnis tersebut sudah lama berjalan.

Dari servis tersebut, para pelaku dikatakan Tony untuk sekali servis berkisar Rp. 100.000 perpucuk.

Pihaknya mengaku hingga saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kepemilikan senjata api jenis airsoftgun ini.

“Kita masih melakukan pendalaman, apakah kedua pelaku yang kita amankan ini hanya sebagai jasa servis saja, atau juga bersekongkol dengan pelaku curas, curat dan curanmon, atau juga terlibat sindikat peredaran narkoba,” katanya.

Adapun, lanjut Tony, rencana tindak lanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan Tim IT  Dit Reskrimum Polda Metro Jaya untuk cek kedua pelaku ada kaitan jaringan peredarah Senpi Airsoft Gun atau terlibat jaringan teroris.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan Dit Resnarkoba untuk mengungkap pelaku apakah masuk dalam jaringan pelaku peredaran Narkoba.

“Koordinasi dgn Subdit Wasendak Dit Intelkam Polda Metro Jaya, untuk menentukan jenis Senpi Airsoft Gun dan legalitas kepemilikan beberapa pucuk senpi Airsoft Gun yang berhasil diamankan,” tambahnya.

Di samping itu, upaya pengembangan indikasi pelaku home industri atau merakit senpi jenis Airsoft Gun atau pelaku perdagangan senpi jenis Airsoft Gun secara ilegal. Begitu juga akan membentuk Tim Gabungan Sat Reskrim dan Sat Resnarkoba untukk upaya pengembangan.

“Tindak lanjut penanganan perkara oleh penyidik Sat Reskrim Polrestro Jaktim,” terangnya.

Adapun  Dugaan sementara  Pidana  yang dipersangkakan terhadap pelaku adalah
UU Darurat RI No. 12 tahun 1951.