Alasan Polisi Belum Menahan NMI Dalam Kasus Korupsi Pelebaran Jalan Nangka

Nur Mahmudi Ismail

Jakarta, Sayangi.com – Polresta Depok telah memeriksa mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (NMI), pada Kamis (13/9) kemarin. Ini adalah kali pertama NMI diperiksa sebagai tersangka, dalam kasus dugaan korupsi pelebaran Jalan Nangka, Tapos, Depok pada tahun 2015.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, NMI telah memenuhi panggilan polisi. Dalam pemeriksaan, NMI diberikan lebih dari 60 pertanyaan oleh penyidik.

“Jadi dari pemeriksaan itu ada 60 lebih pertanyaan yang disampaikan, berkaitan dengan perizinan dan juga masalah proses anggaran seperti apa. Garis besarnya seperti itu,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/9).

Pemeriksaan dilakukan hingga malam hari, sekira pukul 22.00 WIB. Setelah mendapat keterangan dari NMI, polisi akan melakukan gelar perkara kembali.

“Sudah ada sekitar 80an saksi yang diperiksa, yaitu saksi ahli dan ada petunjuk yang didapatkan, nanti akan kita cek kembali apakah masih ada keterangan saksi lain yang dimintai keterangan. Seandainya sudah cukup akan segera kita berkas, kita kirim ke kejaksaan,” paparnya.

Kendati telah berstatus tersangka, kata Argo, pihak kepolisian tidak menahan NMI. Hal tersebut merupakan subjektifitas penyidik, tergantung dari pertimbangan sejumlah hal.

“Dan tidak wajib, tidak harus (tersangka ditahan), tapi itu subjektifitas penyidik ya, yang bersangkutan kooperatif pada saat dimintai keterangan. Itu semua adalah kewenangan penyidik terhadap tersangka,” jelasnya.

Saat ditanya kapan kira-kira berkas kasus NMI akan lengkap dan dilimpahkan ke pengadilan, Argo mengaku belum tahu. Pasalnya masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi oleh pihak penyidik.

“Tentunya nanti masih ada beberapa (pelengkapan berkas) ya, membuat resume dan sebagainya yang dilakukan oleh penyidik,” katanya.