Menjelang Pemilu Junta Thailand Longgarkan Larangan Aktivitas Politik

Ilustrasi Junta Militer Thailand. Foto DW
Ilustrasi Junta Militer Thailand. Foto DW

Bangkok,Sayangi.com- Thailand telah mengambil satu langkah lagi menuju penyelenggaraan pemilu tahun depan dengan melonggarkan sejumlah pembatasan terhadap aktivitas politik. Langkah tersebut guna mengantisipasi agar partai-partai dapat melakukan kegiatan-kegiatan dasarnya, namun kegiatan kampaye masih dilarang.

Dilansir dari VOA news Sabtu (15/9) suatu perintah khusus yang dikeluarkan perdana menteri, telah disahkan sebagai undang-undang, Jumat (14/9) menyusul penerbitannya di Lembaran Resmi Kerajaan. Pengumuman tersebut  mengizinkan partai-partai politik menggalang dana untuk beroperasi dan, dengan izin junta yang berkuasa, merekrut anggota partai serta memilih pemimpin baru.

Perintah ini dikeluarkan dua hari setelah diberlakukannya undang-undang mengenai pemilihan anggota parlemen dan senator yang mengamanatkan bahwa pemilu akan diselenggarakan antara Februari dan Mei tahun depan.

Militer praktis melarang semua aktivitas resmi partai politik setelah mengambil alih kekuasaan dari pemerintah terpilih. Pengambil alihan kekuasaan tersebut dilakukan dalam suatu kudeta pada Mei 2014.