Polisi Kembali Ringkus Empat Preman Tanah Abang yang Meresahkan

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta . (Foto: Sayangi/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Nico Afinta mengatakan, pihaknya kembali menangkap empat preman yang melakukan pungutan liar (pungli). Empat preman ini diamankan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9).

Nico menjelaskan, awalnya pihak kepolisian mendapat dari masyarakat sekitar wilayah Tanah Abang. Mereka mengeluh dengan aksi keempat preman ini.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pungli di sekitaran Tanah Abang. Kemudian Tim Buser ke lokasi dan mencari informasi dari para pemilik toko,” ujar Nico dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (15/9).

Sejumlah masyarakat mengeluhkan kelakuan preman yang sudah sangat meresahkan ini. Biasanya mereka meminta uang kepada supir truk yang menurunkan barang di wilayah Tanah Abang.

Lebih jauh Nico belum menyebut para preman itu akan dijerat dengan pasal apa. Karena hingga saat ini, keempat preman masih diperiksa di Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

“Selanjutnya dibawa ke Polda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Ini adalah kali kedua polisi menciduk preman di kawasan Tanah Abang. Sebelumnya, Subdit Resmob Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mengamankan empat tersangka pemerasan di wilayah Tanah Abang pada Senin (27/8) lalu. Keempat tersangka berinisial MN alias J alias A, IS alias K, MS alias G, dan I alias D.

Kanit I Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino mengatakan, keempatnya berprofesi sebagai juru parkir di kawasan Pasar Tanah Abang. Mereka biasa mengatur parkir di Blok A dan Blok F pasar tersebut.

Selain menjadi juru parkir, keempat tersangka juga kerap memeras supir bajaj dan angkot di wilayah itu. Bila para supir tidak memberinya uang, mereka mengancam akan memukuli supir.

“Jadi mereka ini meminta uang kepada supir yang ngetem di sana. Kalau tidak diberi, maka para supir itu diancam tidak boleh ngetem di wilayah itu,” ujar Malvino di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (29/8).