Partai Demokrat akan Gugat Asia Sentinel dan John Berthelsen

Hinca Pandjjaitan

Jakarta, Sayangi.com – Sekjen Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menegaskan, pihaknya akan menggugat Asia Sentinel dan John Berthelsen karena pemberitaan yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pencucian uang sebesar US$ 12 Billion dalam bail-out Bank Century.

“Artikel Asia Sentinel yang ditulis John Berthelsen tersebut sepenuhnya tidak benar dan fitnah yang dibangun dari opini pribadinya,” tegas Hinca dalam keterangan persnya, Minggu (16/9).

Hinca mengungkapkan, sumber berita yang ditulis Asia Sentinel tersebut diambil dari materi gugatan persidangan di Mauritius antara Weston Capital vs LPS yang sama sekali tidak menyebut SBY dan Partai Demokrat.

“Jika isi gugatan Weston Capital itu benar dan niatnya bukan untuk mencemarkan nama baik SBY, maka kami persilahkan gugatan ini di ajukan di Indonesia. Dan kami siap menghadapinya. Karena kami yakin sepenuhnya tuduhan itu tidak benar dengan menuduh ‘Century Bank SBY’ dan ‘SBY mencuci uang US$ 12 Billion’,” paparnya.

Dikatakan Hinca, John Berthelsen sendiri sudah pernah menulis soal isi gugatan antara Weston dengan LPS ini pada November 2017 dan di dalamnya sama sekali tidak menyebut nama SBY dan Partai Demokrat.

Terkait Bank Century ini sendiri, lanjut Hinca, secara terang benderang telah diketahui bersama, bahwa hasil Audit BPKnya telah ada, hasil Pansus di DPR juga ada dan bahkan KPK juga telah melakukan penyidikan. Dan dalam keseluruhan dokumen-dokumen yang dihasilkan di setiap proses berbagai lembaga tersebut sama sekali tidak ditemukan ada satupun fakta adanya aliran dana ke Partai Demokrat serta SBY mencuci uang sebesar US$ 12 Billion sebagaimana yang ditulis John Berthelsen dalam laporannya 11 September 2018 lalu.

“Karena berita ini penuh kebohongan dan fitnah, maka kami akan mengajukan gugatan terhadap Asia Sentinel dan penulisnya John Berthelsen. Dan bagi pihak-pihak di Indonesia yang juga ikut ‘menggoreng’ dan menyebarluaskan berita yang tidak benar dan penuh fitnah ini akan kami ambil tindakan hukum yang sama,” demikian Hinca.