Jelang Pertemuan Ketiga Duo Korea, Skeptimisme Rakyat Korsel Meningkat

Pemimpin Korea Utara Kim Jong un(gambar Kiri)-dan Presiden Korea Selatan Moon Jae in. Foto SCMP
Pemimpin Korea Utara Kim Jong un(gambar Kiri)-dan Presiden Korea Selatan Moon Jae in. Foto SCMP

Seoul,Sayangi.com- KTT ketiga pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan presiden Korsel Moon Jae-in yang akan digelar pekan ini mulai dipersiapkan.

Namun Harapan akan strategi Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk merangkul Korea Utara mulai redup. Moon Jae-in, yang pasca pemilu tahun lalu telah mengubah kebijakan kelompok konservatif garis keras yang sudah dijalankan selama hampir sepuluh tahun terhadap Korea Utara.

Dikutip dari japantimes.com, Senin (17/9) lewat survei terbaru Gallup Korea, tingkat kepuasan dan dukungan pada Moon Jae-in – yang akan terbang ke Pyongyang Selasa besok (18/9) – telah anjlok menjadi 49% .

Angka ini dikatakan mengalami penurunan pertama hingga di bawah 50% sejak ia menjabat pada Mei 2017 lalu. Tingkat kepuasan dan dukungan pada Moon stabil di kisaran 83% setelah ia melangsungkan pertemuan pertama dengan Kim Jong-un April lalu.

Menurut survei lain yang dirilis awal September lalu, warga Korea Selatan terpecah soal apakah KTT di Pyongyang minggu depan akan membantu mencairkan kebuntuan tentang diplomasi nuklir antara Amerika dan Korea Utara.

Sebagai perbandingan, survei setelah pertemuan April lalu menunjukkan dukungan kuat pada Moon Jae-in saat peristiwa bersejarah terjadi simana kedua pemimpin Korea ini berjabat tangan di wilayah perbatasan kedua negara. Peristiwa tersebut merupakan hal-hal dramatis yang dicapai kedua pemimpin setelah ketegangan selama puluhan tahun.

Namun sebagaimana pernyataan Kim Taewoo, mantan presiden Korea Institute for National Unification yang didanai pemerintah di Seoul, “warga kami mulai belajar bahwa Korea Utara tidak akan begitu saja menghentikan program nuklir mereka. Hal tersebut yang sebenarnya telah diperkirakan oleh banyak pakar sebelumnya.”