Minta Pertanggungjawaban, Partai Demokrat Adukan Asia Sentinel ke Dewan Pers

Pengurus DPP Partai Demokrat mendatangi Dewan Pers, Senin (17/5)

Jakarta, Sayangi.com – Partai Demokrat akan meminta pertanggungjawaban situs berita Asia Sentinel yang menyudutkan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya hingga ke tempat media itu berasal di Hongkong.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan saat mendatangi Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

“Saya kira itu teman-teman mudah-mudahan dalam waktu singkat Dewan Pers bisa merespon kami, kami akan ke Hongkong, ke Dewan Pers Hongkong untuk soal ini. Sampai kemanapun akan saya kejar,” kata Hinca.

Hinca menegaskan, partainya tidak akan setengah-setengah menyelesaikan persoalan ini.

“Yang kami lakukan ini untuk merawat Demokrasi, bukan hanya untuk Indonesia tapi untuk seluruh dunia,” tegasnya.

Hinca mengaku, yang menjadi persoalan internal partainya adalah karena dalam berita Asia Sentinel tersebut terdapat opini pribadi dari penulis yang bernama John Berthelsen yang tanpa konfirmasi dan beropini menyudutkan Demokrat dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

“Tapi dalam beritanya disimpulkan beropini si Jhon ini bahwa Bank Century ini bank-nya SBY, tempat mencuci uang tadi. Itu lah yang jadi soal,” tandasnya.

Di samping itu, yang menjadi persoalan tambahan adalah web tersebut tidak mencantumkan kontak dari redaksi tersebut. Sehingga perlu tindaklanjut untuk menghubungi media yang membuat berita tersebut.

“Anda cek asiasentinel.com itu konteks khasnya itu nggak ada alamatnya kecuali email satu-satunya,” ujarnya.

Apalagi media tersebut juga dikutip begitu saja oleh media arus utama di Indonesia.

“Di Indonesia yang memuat besar Rakyat Merdeka, tapi memang mereka merujuk ke media Asia Sentinel tadi. Lalu begitu juga JPNN mengutip begitu saja termasuk media televisi Metro TV,” lanjut Hinca.

Akan tetapi, lanjut Hinca, sejauh ini pihaknya telah mengajukan hak jawab ke media cetak yang mengutip pemberitaan Asia Sentinel. Persoalan dengan pemberitaan media tersebut juga telah selesai.

Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Jauhar usai menerima rombongan Partai Demokrat ini pun mengatakan akan segera mempelajari persoalan itu.

“Ini akan menjadi salah satu agenda yang dibahas di komisi pengaduan Dewan Pers. Kami juga akan mencoba menghubungi Dewan Pers Hong Kong,” jelas Jauhar.

Dalam laporannya ini dikatakan bahwa situs berita Asia Sentinel menyebutkan adanya konspirasi pencurian uang negara sebesar 12 miliar dolar AS yang melibatkan 30 pejabat negara dan mencucinya melalui perbankan internasional.

Laporan berjudul Indonesia’s SBY Government: “Vast Criminal Conspiracy” yang ditulis John Berthelsen itu menyebutkan bahwa ada keterkaitan Ketua Umum Demokrat SBY dengan kasus Bank Century.