Alumni Lemhanas Beri Pembekalan Bela Bangsa dan Bela Negara di PKKMB STIE Galileo Batam

Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di STIE Galileo, Batam.

Batam, Sayangi.com – Maraknya peristiwa radikalisme dan intoleransi menjadi latar belakang kebijakan program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dalam rapat koordinasi nasional Menristek Dikti dan pimpinan perguruan tinggi dan Kopertis I s.d. XIV.

“PKKMB bertujuan untuk memperkenalkan dan mempersiapkan mahasiswa baru dalam proses transisi menjadi mahasiswa. Kegiatan ini berisi kegiatan yang berkaitan dengan penanaman wawasan kebangsaan, cinta tanah air, bela negara dan mempelajari berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan akademik, kemahasiswaan serta kebijakan kampus sebagai bekal untuk mendukung keberhasilan studinya di perguruan tinggi,” kata Humas STIE Galileo saat pembukaan PKKMB di Batam, Senin (17/9).

Dalam melaksanakan PKKMB Tahun 2018, STIE Galileo didukung penuh oleh tokoh muda bangsa untuk membekali cinta tanah air, bela bangsa, memupuk toleransi dengan Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai pijakannya.

Tokoh muda bangsa yang telah mengenyam kursus Taplai Lemhannas RI–INTI Angkatan I 2018 yang memberikan pembekalan yaitu Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) yang juga Intelektual Muda NU Abdul Ghopur, Pembina Yayasan Unggul Mulia Darma (YUMD) sekaligus SekJend Marga Tan Jeffrey Tan dan cendekiawan muda, dosen perguruan tinggi swasta Alexander Gunawan.

Direktur LKSB yang juga Intelektual Muda NU, Abdul Ghopur saat berbicara dalam PKKMB di STIE Galileo, Batam, (16/9).

Dalam pembekalan bela bangsa dan bela negara, para alumni Lemhannas memberikan pesan dan motivasi bagi mahasiswa baru mengenenalkan arti pentingnya berbangsa, bernegara, cinta tanah air, lingkungan dan bermasyarakat dan menanamkan komitmen 4 (empat) konsensus dasar hidup berbangsa dan bernegara (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945).

Di akhir sesi pembekalan, Dewi Larasati, salah satu peserta PKKMB, tak kuasa membendung air mata dan menahan tangisnya karena emosional. Aula menjadi senyap, seluruh peserta tertegun. Betapa bangsa ini tengah di persimpangan dalam mewujudkan amanah Pembukaan UUD 1945 yaitu masyarakat yang adil dan makmur.

“Materi pembekalan yang diberikan telah membuat bergetar dada generasi muda mahasiswa baru STIE Galileo. Telah membuat kesadaran kolektif bahwa betapa mahalnya toleransi saat ini. Betapa nilai-nilai kebangsaan tengah mengalami ancaman baik dari anak bangsa sendiri maupun bangsa asing. Makna Indonesia saat ini mengalami penyempitan. Indonesia Raya diredusir oleh sekedar pilkada dan pilpres yang mengancam kohesifitas bangsa,” tambahnya.

Hal itu, kata dia, mengesampingkan budaya, kebersamaan, rasa persatuan. Media sosial disesaki saling melemparkan hoax, sangat sedikit yang membahas solusi kebangsaan di media sosial.

“Untuk lebih menyelami denyut kebersamaan dan menyuluh api kebangsaan acara PKKMB diakhiri dengan api unggun. Menguatkan soliditas, memupuk solidaritas dan menumbuhkan toleransi antar umat,” jelasnya.

Sebagai apresiasi mendalam atas tumbuhnya kesadaran berbangsa, bernegara dan bertanah air, YUMD secara spontan memberikan beasiswa berupa pembebasan biaya SPP selama enam bulan untuk Dewi Larasati. Apresiasi juga ditujukan kepada para alumni Lemhannas yang telah membuka mata hati para mahasiswa, membuka dada nasionalisme, mengirimkan rasa cinta tanah air.

Kegiatan hari kedua, PKKMB 2018 STIE Galileo memberikan pendidikan dasar karakter khususnya nilai integritas, moral, etika, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab dan kedisiplinan dalam kehidupan kampus dan masyarakat.

Untuk menghadapi era digitalisasi perguruan tinggi di era Revolusi Industri 4.0, STIE Galileo juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional dan Call Paper, mengambil topik “Tantangan dan Peluang Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0”, bekerjasama dengan University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) pada Minggu 23 September 2018 mendatang.

“Insya Allah akan dibuka oleh Gubernur Kepala Daerah KEPRI DR. H. Nurdin Basirun, S,Si., MM, sekaligus mengakhiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) STIE Galileo,” ujarnya.