Bawaslu Setuju Pemberian Tanda Pada Caleg Mantan Napi Korupsi

Komisioner Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) Fritz Edward Siregar mengatakan, pihaknya setuju dengan wacana pemberian tanda khusus di kertas suara bagi para calon anggota legislatif mantan narapidana korupsi.

Fritz mengaku sudah lama meminta Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) untuk membuat aturan terkait hal itu.

“Silakan misalnya kita kasih tanda di surat suara, atau misalkan ada pengumuman caleg mana saja yang pernah menjadi mantan napi koruptor, atau misalnya dibuat di TPS ada daftarnya atau fotonya,” kata Fritz di Posko Rumah Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/9).

Fritz mengungkapkan, usulan seperti itu, sudah pernah disampaikan ke KPU RI jauh sebelum mereka menerbitkan PKPU 20/2017 yang memuat pelarangan mantan narapidana ikut pencalegan. PKPU ini akhirnya dibatalkan melalui keputusan Mahkamah Agung (MA).

Fritz menyebutkan, usulan pemberian tanda kepada mantan narapidana korupsi diberikan Bawaslu ke KPU sebagai bentuk dukungan atas semangat anti korupsi.

“Bawaslu juga mendukung gerakan anti korupsi,” tandasnya.