TGB Ajak Semua Pihak Jaga Kerukunan, Tidak Menyebar Kabar Bohong

Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi mengajak masyarakat untuk selalu menjaga persatuan dalam suasana pemilu 2019.

“Saya mengajak kepada saudara-saudara setanah air, untuk jaga kerukunan dan persatuan sebagai warga bangsa khususnya dalam suasana kontestasi mendatang,” katanya dalam akun @TGBMZainulMajdi.

Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu mengajak semua pihak tetap menjaga kehormatan dengan tidak melempar fitnah.

“Junjunglah kehormatan Ibu pertiwi dengan tidak saling melempar tuduhan yang berasal dari kabar bohong dan berasal dari sumber yang tidak terpercaya,” ujarnya.

Dalam kultwitnya kemarin malam, TGB menegaskan tetap konsisten mendukung pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin maju di pemilu presiden tahun 2019.

“Sebagaimana telah disampaikan tentang dukungan politik saya kepada Bapak Presiden @jokowi untuk dapat melanjutkan dua periode kepemimpinannya, saya tetap akan konsisten dalam ikhtiar untuk turut berupaya sekuat-kuatnya memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024,” kata TGB.

Dia mengungkapkan, pilihan politiknya didasarkan pada pertimbangan kemashlahatan bangsa, umat, serta pikiran jernih, dan obyektif. Presiden Jokowi dinilainya telah menorehkan keberhasilan yang begitu berarti bagi masyarakat.

“Beliau telah berani mengambil kebijakan-kebijakan yang saya yakin banyak di antaranya berasal dari pertimbangan teramat berat namun beliau sangat teguh dalam meletakkan fundamental kehidupan ekonomi bangsa dan pembangunan infrastruktur yang bahkan sudah banyak kita rasakan manfaatnya baik sarana dan prasarana di darat, laut, maupun udara yang itu hanyalah salah satunya,” ungkapnya.

“Presiden Jokowi yang saya kenal sangat baik adalah pemimpin yang sungguh bersahaja yang memiliki pandangan-pandangan lurus dan visioner bagi kebaikan warga bangsanya, oleh sebab itu saya juga bersyukur bahwa Syekhna (guru kami) Kyai Haji Ma’ruf Amin telah turut mendampingi beliau selaku calon wapres,” tambah TGB.

Dia menjelaskan, kapabilitas KH Ma’ruf Amin sudah tidak diragukan lagi. KH Ma’ruf Amin adalah tokoh terhormat bangsa yang dengan segala kecakapannya, diyakini TGB,  akan menuntun bangsa ini kepada kebaikan dan kemajuan.

“Dwitunggal Jokowi-Ma’ruf adalah harapan baru Indonesia, harapan yang meneruskan tapak jejak kerja nyata dan kerja keras Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam suatu pembicaraan TGB dengan Jokowi akhir-akhir ini terungkap bahwa Jokowi-Ma’ruf Amin akan mengusung program pemerataan ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta pembenahan dan penegakan hukum untuk periode kedua kepemimpinan.

“Saya percaya ketiga haluan tersebut akan dapat diwujudkan. Aksi pemerataan ekonomi dan pembangunan bahkan sudah dimulai sejak awal kepresidenan Bapak Jokowi, beliau telah membangun Indonesia dari berbagai sektor dan semangat pemerataan adalah nafas segar bagi perekonomian Indonesia kedepan. Bersama dengan KH Ma’ruf Amin, agenda penguatan sumber daya manusia saya yakin akan semakin nyata. Generasi muda baru Indonesia membutuhkan keyakinan bahwa pemimpinnya adalah role model yang baik, sehingga semangat belajar, kerja, dan karya nyata disertai kebijakan pemerintah yang menopangnya akan meningkatkan daya saing kita sebagai bangsa ditengah bangsa-bangsa lain,” kata dia.

Dari sisi pembenahan dan penegakan hukum, katanya, tidak ada keraguan lagi bahwa hukum kita akan semakin kokoh dan dihormati. Kepolisian negara, Kejaksaan, KPK, dan segenap aparatur penegakan hukum di instansi terkait lainnya seperti bea cukai, aparat pajak, Bakamla dan lain-lain akan terus diperkuat keberadaan, kemampuan, dan integritasnya.

“Yang kesemuanya itu telah sesuai dengan koridor yang ditetapkan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama ini. Terakhir tak henti-hentinya saya memohonkan doa dari masyarakat Indonesia agar saudara-saudara kita di Lombok dan Sumbawa, Nusa Tenggara Barat dapat terus memulihkan kepercayaan diri dan juga pemulihan aktivitas perekonomiannya agar dapat bersama-sama bersuka cita dalam pesta demokrasi kedepan. Mari berdemokrasi dengan gagasan, pikiran jernih, prasangka baik dan tanpa hoax!” kata dia.