Alasan Untuk Kebugaran, Mudy Taylor Aktif Konsumsi Narkoba Sejak Tahun 2003

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat rilis penangkapan komika Mudy Taylor atas kepemilikan narkoba jenis sabu, Senin (24/9). (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, komika Mudy Taylor telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan sabu. Diketahui, Mudy mendapatkan narkoba jenis sabu dari seseorang berinisial D.

“Dari pengakuan tersangka, dia ini mendapat narkoba dari seseorang berinisial D. Saat ini D masih kita kejar dan masih DPO ya,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (24/9).

Argo menjelaskan, bahwa Mudy merupakan pecandu berat narkoba jenis sabu sejak 2003 silam. Tujuan pelaku memakai barang haram tersebut, adalah untuk kenyamanan dalam bekerja

“Yang bersangkutan aktif mengkonsumsi sabu sejak tahun 2003 silam dan mulai ambil barang dari D sejak 2014. Alasannya selain untuk kenyamanan dalam bekerja, juga agar badan terus vit jadi dia nggak tidur dua hari badan juga masih segar,” paparnya.

Dalam sebulan, sambung Argo, Mudy dapat memesan sabu sebanyak tiga hingga empat kali kepada D. Polisi juga telah memeriksa urine dari komika bernama asli Dhimas Mudiarto Ramelan Sutarto ini.

“Kita telah lakukan tes urine terhadap yang bersangkutan dan hasilnya positif narkoba,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, komika yang terkenal dengan permainan gitarnya ini diamankan pada Sabtu (21/9). Ia diamankan di kediamannya di wilayah Tangerang, Banten.

“Yang bersangkutan diamankan pada hari Sabtu 22 September 2018 pukul 23.00 WIB di rumah tersangka di Jalan Kejayaan V, Kreo, Larangan, Tangerang,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.

Mudy termasuk komika papan atas di Indonesia. Sejumlah film layar lebar seperti Comic 8 dan Warkop DKI Reborn : Jangkrik Boss Part 1 juga pernah dibintanginya.

Dari tangan Mudy, polisi turut menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya ialah satu klip berisi sabu 0,18 gram bruto, dua buah bong alat hisap sabu, dua buah cangklong, dua buah korek api gas modifikasi dan dua ponsel milik tersangka.

Atas perbuatannya, Mudy akan dikenakan Pasal 112 Undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.