Ular Berkepala Dua Ditemukan di Kebun Bunga

Ular berkepala ditemukan di kebun bunga penduduk kota Virginia. Foto Uniland
Ular berkepala ditemukan di kebun bunga penduduk kota Virginia. Foto Uniland

Virginia,Sayangi.com- Seekor ular berkepala dua ditemukan di taman bunga di halaman belakang rumah penduduk di Virginia, Amerika Serikat.

Menurut Washington Post (Selasa 25/9) ular tersebut itu ditemukan di kebun tetangga Stephanie. Dari sana, ia memposting foto awal temuan reptil berkepala dua itu di di Virginia Wildlife Management. Dan ular berkepala dua tersebut dievakuasi oleh para ahli.

Temuan reptil langka ituoleh para ahli Amerika Serikat  diidentifikasi sebagai ular jenis copperhead. Spesies reptil berbisa endemik dari bagian Timur Amerika Utara.

Ahli herpetologi John D Kleopfer di unggahan status Facebook menuliskan Ular bicephalic (berkepala dua) liar sangat langka.Kleopfer menjelaskan bahwa karena “terlalu banyak tantangan hidup dari hari ke hari bagi makhluk dua kepala”, maka ular berkepala dua tak hidup terlalu lama.

Lewat unggahan Facebook miliknya, Kleopfer menjelaskan kepala kiri reptil itu memiliki “esofagus yang mendominasi dan kepala kanannya memiliki tenggorokan yang lebih berkembang untuk makan”.

“Ular copperhead tumbuh sepanjang 18-36 inci atau sekitar 45 sampai 91 cm, sementara ular bicephalic muda ini jauh dari ukuran rata-rata itu. Hanya sekitar 6 inci (15 cm),” papar Kleopfer kepada USA Today.

Kleopfer juga mengatakan bahwa ular itu tak membahayakan siapa pun. Ular berbisa itu cenderung menyerang serangga dan jenis itu juga dikenal tak agresif.

Ular itu mungkin akan disumbangkan ke fasilitas ilmu kehewanan, “dengan sedikit perawatan”, imbuhnya.

Sementara itu, National Geographic menjelaskan ular berkepala dua tersebut sama seperti kembar siam. Saat embrio berhenti membelah bervariasi. Sama seperti kembar siam yang dapat bergabung di kepala, dada, atau pinggul. Demikian juga ular bisa menempel di berbagai tempat di tubuhnya.

Kendati demikian, kedua kepala ular itu bisa melakukan serangan jika dalam posisi terancam,jelas pihak National Geographic.