Bagi Amerika Serikat Tuduhan Iran soal Insiden Parade Militer Menggelikan

Menhan AS Jim Mattis. Foto The Frontier Post
Menhan AS Jim Mattis. Foto The Frontier Post

Washington, Sayangi.com- Menteri Pertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menyebut tudingan Iran bahwa AS mendalangi serangan dalam parade militer di Kota Ahvaz sangat menggelikan.

Mattis menyebutkan Jelas mereka tidak tahu apa yang terjadi dan sangat menggelikan untuk mengatakan bahwa kami mendalangi itu,” ujarnya Senin (24/9). Ia pun menanggapi ancaman balas dendam dari Iran dengan santai. Mattis mengatakan tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa mereka tak seharusnya memperlakukan kami seperti itu. Saya berharap kepala yang lebih dingin dan bijak bisa dipakai,” ucap Mattis.Mattis kemudian mengatakan bahwa hingga saat ini Iran sudah menuding tiga negara dan satu kelompok teror sebagai otak di balik serangn ini.

“Kita lihat seberapa panjang daftar ini nantinya. Namun, mereka lebih baik mengetahui terlebih dulu yang mereka katakan sebelum berbicara,” tutur Mattis.

Hingga saat ini, Iran masih melakukan penyelidikan dan belum diketahui jelas pelaku yang menewaskan setidaknya 25 orang pada akhir pekan lalu tersebut.

Insiden ini bermula ketika empat pelaku melepaskan tembakan membabi buta di tengah parade militer yang digelar. Parade tersebut untuk memperingati perang Iran dengan Irak pada 1980-1988 silam.

Suasana seketika kacau balau. Para tentara merangkak sembari mencari sumber tembakan. Sedangkan kaum perempuan dan anak-anak berlarian menyelamatkan diri mereka.

Tak lama setelah peristiwa tersebut kelompok militan ISIS mengklaim serangan tersebut. Namun, gerakan oposisi Arab, Avhaz National Resistence, juga mengklaim bertanggung jawab atas insiden berdarah itu.

Saat mendapat tuduhan dari Iran terkait penembakan tersebut Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, pun langsung membantah tuduhan Iran. Relasi AS dengan Iran memang sedang memanas karena kesepakatan nuklir yang kacau di tangan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sejak awal, tentara Garda Revolusi Iran memang tak sepakat dengan keputusan Presiden Hassan Rouhani untuk menyetujui perjanjian tersebut. Sejumlah analis mengatakan kepada Reuters bahwa serangan dalam parade militer ini dapat memberikan amunisi politik bagi Garda Revolusi Iran.

sumber: Reuters