Israel Tak Akan Berhenti Perangi Iran

Presiden Iran Hassan Rouhani (gambar kiri) dan PM ISrael Benyamin Netanyahu.Foto IBTimes UK
Presiden Iran Hassan Rouhani (gambar kiri) dan PM ISrael Benyamin Netanyahu.Foto IBTimes UK

Tel Aviv,Sayangi.com- Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyebut bahwa pihaknya akan terus memerangi kubu Iran di Suriah pada Rabu (26/9) . Orang no 1 Israel ini menyebut akan terus berkoordinasi dengan Rusia pasca penembakan Suriah ke salah satu pesawat Rusia.

Pada 17 September lalu, pertahanan udara Suriah secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat militer Rusia pasca serangan Israel di Suriah. Serangan tersebut telah menewaskan 15 orang. Rusia dan Suriah menyalahkan Israel terkait serangan ini.Sebab, penembakan tersebut terjadi setelah Israel melakukan serangan udara ke Suriah.

Akan tetapi Israel membantah temuan Rusia dan mengatakan bahwa seluruh pesawat jetnya telah kembali ke wilayah udara Israel ketika pesawat Rusia jatuh.

Bahkan kepada awak media Netanyahu menyebutkan ” Kami akan terus bertindak untuk mencegah kubu militer Iran di Suriah. Israel akan melanjutkan koordinasi keamanan antara pasukan pertahanan Israel dan tentara Rusia.

Pasca peristiwa tersebut,Rusia pun mengumumkan berbagai langkah keamanan baru untuk melindungi militernya di Suriah. Langkah ini termasuk memasok tentara Suriah dengan sistem pertahanan udara S-300 dan radar anti-pesawat.

Langkah-langkah itu membuat Netanyahu memperingatkan Putin terkait transfer sistem persenjataan canggih ke tangan yang tidak bertanggungjawab.

Netanyahu menekankan “keberhasilan besar” Israel adalah mencegah masuknya militer Iran di Suriah dan pemindahan senjata ke Hizbullah di Lebanon selama tiga tahun terakhir. Itu tidak berarti bahwa tidak ada pengecualian, tapi semuanya sangat sukses,” kata dia.

“Kami melakukan ini dengan koordinasi keamanan yang maksimal dan sangat sukses dengan tentara Rusia,” ujar Netanyahu kepada awak media.

Netanyahu juga mencatat bahwa dirinya telah setuju dengan Putin agar tim militer Israel dan Rusia bisa segera bertemu untuk meningkatkan koordinasi.

Rusia dan Israel telah mendirikan “hotline” pada 2015. Hotline ini untuk menghindari bentrokan yang tidak disengaja di Suriah. Israel kini khawatir bahwa Rusia akan berusaha membatasi tindakan agresinya.

Musuh utama Israel adalah Iran. Israel telah berjanji untuk menghentikannya dari serangan militer di Suriah. Hizbullah yang didukung Iran juga masuk salah satu musuhnya.

sumber: AFP