Lewat Kumpulan Tulisan John Kerry Mantan Menlu AS Kecam Donald Trump

Mantan Menlu AS ke -68 John Kerry. Foto Town Hall
Mantan Menlu AS ke -68 John Kerry. Foto Town Hall

Washington,Sayangi.com- Dalam beberapa bulan ini banyak mantan pejabat Gedung Putih dan wartawan terkenal menulis buku tentang pemerintahan Donald Trump. Kesemua penulis tersebut menganggap kebijakan Trump sangat bertentangan dengan kebijakan pemerintah Amerika Serikat sebelumnya.

Karya terbaru yang baru direlease adalah buku berjudul Every Day is Extra yang ditulis mantan Menteri Luar Negeri AS John Kerry.

Lewat buku tersebut Kerry yang pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden 2004 mengulas masalah pemanasan global. Ia juga menuliskan keluarnya AS dari Perjanjian Iklim Paris.

Ia juga berkomentar tentang keputusan Presiden Trump yang menarik Amerika keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Iran.

Menurut Kerry, ketika ia masih menjabat sebagai Menlu AS,ia telah berusaha keras untuk mendorong suksesnya Perjanjian Iklim Paris pada 2015, khususnya karena semula China enggan bergabung. Padahal menurutnya, China adalah salah satu penghasil gas rumah kaca terbesar.

Dilansir dari VOA News ,Kamis (27/9/2018) dalam wawancara dengan stasiun TV C-Span Kerry mengutarakan selama bertahun-tahun, China tidak mau ikut menanggulangi isu peningkatan suhu Bumi.  Hingga  akhirnya Beijing  mau bekerja sama dengan kita (Amerika Serikat),imbuhnya.

“Kata sepakat antara Amerika Serikat dan China itulah yang menciptakan momentum yang mendorong tercapainya perjanjian iklim di Paris pada 2015. Kini kita tidak hanya berhasil menahan laju peningkatan suhu Bumi sebesar dua derajat Celsius, tapi tampaknya kita akan menggandakannya menjadi empat derajat Celsius menjelang akhir abad ini,” lanjutnya.

Menurut Kerry, dunia harus mempertanyakan mengapa Donald Trump secara semena-mena menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Paris. Langkah Trump tersebut dinilai Kerry  tanpa memperhatikan fakta-fakta dan pertimbangan sains, serta tanpa pengetahuan apapun terkait masalah itu.

“Hanya karena ia tidak percaya bahwa peningkatan suhu Bumi disebabkan oleh ulah manusia, ia mundur. Ini adalah hal yang gila, karena manusia memang bertanggung-jawab atasnya.

Untuk pertama kalinya, dalam pertengahan Musim Dingin, pada Februari tahun lalu, suhu di kutub utara berada di atas titik beku. Kita melihat perubahannya, seperti naiknya permukaan air laut dan berbagai perubahan di darat,” tegas Menlu ke-68 Amerika Serikat.

Selain itu, lewat buku yang ditulis Kerry juga mengecam Presiden Trump karena menarik Amerika keluar dari perjanjian nuklir. Perjanjian nuklir dengan Iran telah ditandatangani bersama China, Rusia, Jerman, Prancis dan Inggris pada 2015.

“Presiden Trump melakukan hal itu tanpa mempertimbangkan baik-baik segala konsekuensi dari tindakannya,” sindir Kerry. China, Rusia, Jerman, Prancis, Inggris dan Iran sampai sekarang masih mengakui dan menjalankan perjanjian itu. Jadi, mengapa Donald Trump melakukan hal itu?.”

“Apa karena ia ingin mengganti pemerintahan di Iran?.  Saya jamin kalau itu tujuannya, pengganti pemerintahan yang sekarang di Iran tidak akan lebih demokratik. Kelompok garis keras justru akan bertambah kuat, dan mereka tidak akan mau berunding dengan Amerika, karena beranggapan Amerika tidak bisa dipercaya.ungkap Kerry.