Pertemuan IMF-Bank Dunia Diselingi Aksi Solidaritas Korban Bencana

Nusa Dua, Sayangi.com – Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 menyelenggarakan kegiatan solidaritas kepada masyarakat Lombok yang terkena bencana gempa sekaligus menyerahkan bantuan.

Kegiatan solidaritas tersebut berupa penyerahan bantuan rehabilitasi lima masjid dan dua sekolah serta sarana-prasarana kepada di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara dan Mataram.

Acara itu dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde. Demikian keterangan tertulis Bank Indonesia di Nusa Dua, Bali, Senin.

Perry menyatakan bahwa bantuan BI ke Lombok bukan yang pertama kali. Sejak awal, BI turut hadir dengan penyediaan kebutuhan-kebutuhan pokok pada masa tanggap darurat.

Di masa awal pemulihan, BI membantu melakukan pembangunan rumah dan tempat ibadah sementara, posko pusat informasi dan wadah konseling bagi warga.

Telah dilaksanakan pula pemberian bantuan pemulihan trauma untuk anak-anak yang terkena dampak gempa Lombok, dengan menghadirkan tenaga medis dan psikolog anak.

Selanjutnya, dalam waktu dekat akan disiapkan bantuan bagi UMKM yang terkena dampak gempa untuk mendukung pemulihan aktivitas masyarakat setempat.

Dalam kesempatan yang sama, Menko Luhut menyerahkan sumbangan penanggulangan bencana dan baju seragam untuk dua sekolah dasar di Lombok. Lagarde juga menyerahkan bantuan dari manajemen dan staf IMF untuk meringankan beban masyarakat Lombok.

Bantuan juga telah diberikan BI dan instansi lainnya kepada korban bencana di Sulawesi Tengah. Dalam rangkaian jelang pertemuan tahunan kali ini, telah dilakukan pula kunjungan bantuan ke Palu oleh Menko Maritim dan perwakilan IMF.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan mendatangi empat lokasi untuk bertemu langsung dengan para korban bencana di Sulawesi Tengah.

Selain mengantarkan bantuan, kesempatan tatap muka dengan masyarakat Palu juga digunakan untuk mengidentifikasi bantuan krusial yang dibutuhkan segera oleh masyarakat setempat, seperti air bersih.

Bantuan yang diberikan dalam kedua kesempatan tersebut merupakan langkah masing-masing instansi untuk membantu masyarakat Indonesia yang membutuhkan.