Presiden AS Trump Geram Saat India Tanda Tangani Pembelian S-400 Rusia

Gambar Kiri Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto Livemint
Gambar Kiri Perdana Menteri India Narendra Modi dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto Livemint

Washington,Sayangi.com- Presiden Donald Trump mengatakan bahwa India akan segera mengetahui tentang keputusannya membeli sistem pertahanan S-400 Rusia. Peralatn militer yang dibeli India tersebut senilai USD5 miliar.

Kesepakatan pembelian senjata pertahanan canggih Rusia telah diteken di New Delhi saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Rusia ini telah melakukan pertemuan puncak tahunan dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Washington dengan undang-undangnya, CAATSA, telah mengancam akan menjatuhkan sanksi pada negara mana saja yang membeli persenjataan Moskow.

CAATSA atau Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act¬†telah disahkan awal tahun ini. Hanya Presiden AS Trump yang memiliki wewenang untuk pengabaian UU itu terhadap sebuah negara asing yang berbisnis senjata dengan Moskow.

Ditanya tentang kesepakatan antara New Delhi dan Moskow,kepada para awak media di Oval Office Gedung Putih, Trump mengatakan; “India akan segera tahu.”

“India akan segera tahu,” Trump mengulangi. Saat dikejar dengan pertanyaan kapan?, Trump menjawab; “Anda akan lihat. Lebih cepat dari yang Anda kira.”

Menteri Luar Negeri Michael Pompeo juga ada di Oval Office ketika Presiden Trump menjawab pertanyaan tentang penerapan sanksi CAATSA.

Pompeo dan Menteri Pertahanan James Mattis sebelumnya berpendapat India masuk kategori pengabaian sanksi CAATSA. New Delhi merupakan salah satu mitra utama Washington.

Pekan lalu, Gedung Putih mengatakan sanksi CAATSA dimaksudkan untuk “menyapih” negara-negara seperti India dari peralatan militer Rusia.

Tak lama setelah penandatanganan kontrak pembelian S-400 Rusia,Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih dalam sebuah pernyataan menyebutkan Pengabaian (CAATSA presidential) sempit. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk menyapih negara-negara dari peralatan Rusia serta memungkinkan menyapih untuk peralatan yang dibeli sebelumnya dan suku cadang.

Kedutaan AS di New Delhi juga mengatakan bahwa CAATSA ditujukan terhadap Moskow. CAATSA tidak dimaksudkan untuk merusak kemampuan militer sekutu dan mitra AS.

sumber: ndtv.com