Ketum IMM Minta Bambang Widjojanto Tak Mengadu Domba Polri-KPK

Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo

Jakarta, Sayangi.com – Ketua umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Najih Prastiyo meminta agar tidak ada siapapun pihak yang mengadu-domba institusi Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk juga mantan komisioner KPK Bambang Widjojanto.

Najih mengingatkan agar Bambang Widjojanto (BW) tidak memanfaatkan situasi politik saat ini. Apalagi ia menilai manuver BW tersebut sangat politis karena posisinya saat ini yang berada di barisan kelompok oposisi.

“Stop upaya pelemahan KPK dan Polri dalam situasi tahun politik. Upaya BW yang hendak membenturkan KPK dan Polri karena yang bersangkutan berafiliasi dengan kubu Prabowo Subianto, dan membawa masalah hukum ke ranah politik,” kata Ketua Umum DPP IMM Najih Prastiyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Menurut Najih, upaya BW tersebut dinilai membahayakan sinergitas antar penegak hukum melawan para koruptor besar, dengan seolah mendukung masalah penegakan hukum tapi ditumpangi kepentingan afiliasi politiknya.

Selain itu, IMM juga menyoroti kasus Ratna Sarumpaet dan mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus penyebaran kabar bohong atau hoaks yang dilakukan aktivis perempuan tersebut.

Alasan IMM, perbuatan Ratna merupakan kejahatan yang bisa berakibat fatal bagi kerukunan dan stabilitas politik di negara.

“Kami menuntut kepada Kapolri untuk menindak kasus ini sampai tuntas, terungkap secara gamblang,” katanya.

Najih tidak setuju jika kasus ini diselesaikan hanya dengan permintaan maaf. Menurut dia, hal itu merupakan bentuk pelemahan terhadap pemberantasan penyebaran hoaks.

Dia pun mendukung penuh segala upaya Polri untuk menegakkan hukum sesuai porsinya dan mengutuk segala tindakan dan upaya pelemahan terhadap polri.

Kendati demikian, Najih mengingatkan kepolisian untuk tetap mendahulukan asas praduga tak bersalah terhadap pemanggilan beberapa saksi dalam pengusutan kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

Dia juga meminta seluruh pihak terkait agar tidak kemudian mengarahkan isu hoaks ini menjadi isu yang mengarah kepada sentimen keagamaan.

Najih menyarankan polisi mengedepankan pelayanan dan pendekatan kultur dalam menangani kasus hukum Ratna Sarumpaet yang berhubungan dengan tokoh bangsa.

Selanjutnya, Najih mengimbau kepada seluruh elemen politik untuk tidak menunjukkan kembali akrobat-akrobat politik yang bisa mengusik kerukunan di tahun politik ini.