Uni Emirat Arab Tahan Mahasiswa Inggris Atas Tuduhan Mata-mata

Matthew Hedges warga Inggris yang dituduh UEA mata mata Qatar. Foto The Sun
Matthew Hedges warga Inggris yang dituduh UEA mata mata Qatar. Foto The Sun

Dubai, Sayangi.com- Setelah dituduh sebagai mata-mata seorang mahasiswa Inggris ditahan di Uni Emirat Arab (UEA). Akan tetapi pihak keluarganya membantah tuduhan tersebut.

Matthew Hedges, 31 tahun warganegara Inggris  dijebloskan ke sel isolasi selama lima bulan sejak dia ditangkap di bandara Dubai pada Mei 2018. Setelah penangkapannya dia dibawa ke Abu Dhabi.

Satu-satunya komunikasi yang diizinkan dengan dunia luar adalah satu panggilan telepon ke ibunya, dan dua kunjungan dari pejabat Kementerian Luar Negeri Inggris. Selama hampir dua tahun Istri, Daniela Tejada hanya membesuknya sekali.

Pada Rabu 10 Oktober lalu, Hedges muncul di pengadilan negara bagian keamanan negara. Dia diizinkan untuk berbicara dengan seorang pengacara. Kasus sidang ini ditunda hingga 24 Oktober.

Di pengadilan tuduhan terhadap Hedges belum terungkap. Istrinya Hedges mengungkapkan suaminya saat ditangkap sedang mengadakan penelitian di UEA untuk menyelesaikan disertasi PHDnya soal kebijakan keamanan Emirat setelah revolusi Musim Semi Arab.

Rekan-rekannya percaya Hedges dicurigai sebagai mata-mata untuk Qatar. Seperti diketahui Qatar memiliki hubungan yang kurang harmonis dengan UEA. Tetapi Tejada mengatakan: “Kita semua tahu hal itu tidak benar”.

Tejada kepada The Times mengatakan meskipun suaminya secara fisik baik, suaminya menderita depresi dan serangan panik. Hedges sendiri telah menghabiskan sebagian masa kecilnya di Dubai dan juga bekerja di sana.

Menurut Tejada Hedges Ketika dia melihatnya di bulan Juli, dia terus-menerus gemetar. Dia tampaknya sangat berhati-hati tentang apa yang dia katakan dan apa yang dia tidak katakan. Kondisi tersebut membuat saya berpikir dia mungkin telah dipaksa mengatakan atau tidak mengatakan hal-hal itu,” tambahnya.

Atas penahanan Hedges juru bicara Kemenlu Inggris berkomentar: “Staf kami mendukung seorang pria Inggris setelah penahanannya di UEA. Kami membantu keluarganya dan tetap berhubungan erat dengan pihak berwenang setempat.”

“Menteri luar negeri Inggris juga secara pribadi telah mengangkat kasus ini dengan mitranya dari Emirat,” imbuhnya

Sumber:the sun