Amnesti Internasional Desak Arab Saudi Atas Hilangnya Jamal Khashoggi

Meme Wartawan Saudi Jamal Khashoggi (kanan) dan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto Indian Expres
Meme Wartawan Saudi Jamal Khashoggi (kanan) dan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Foto Indian Expres

Istambul,Sayangi.com- Kelompok Hak Asasi Amnesty International telah meminta Arab Saudi untuk menyingkap ‘nasib dan keberadaan’ jurnalis Jamal Khashoggi saat ini.

Direktur Regional MENA, Heba Morayef menegaskan Kerajaan Arab Saudi harus mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan dimana keberadaan Khashoggi.

Saat mengelar konferensi pers pada Jumat (12/10) Morayef menekankan kemungkinan hilangnya Khashoggi secara paksa sangat merisaukan.

Morayef juga menegaskan selama penghilangan nyawa secara paksa, penyiksaan terjadi ataupun pembunuhan Khashoggi dilakukan di dalam Konsulat, maka Arab Saudi juga harus bertanggungjawab atas eksekusi yang mereka lakukan di luar proses hukum.

Telah diwartakan Jamal Khashoggi adalah seorang jurnalis senior Arab Saudi yang kini menjadi Kolumnis di The Washington Post. Khashoggi sudah tinggal dalam pengasingan  di Amerika Serikat (AS) selama setahun terakhir lantaran melarikan diri. Jamal Khashoggi melarikan diri saat pemerintah Arab Saudi melakukan pembersihan terhadap para pengkritisi negara kerajaan tersebut.

Tanggal 2 Oktober lalu Khashoggi dikabarkan menghilang setelah memasuki Konsulat Arab Saudi di Turki. Ia memsuki konsulat Arab Saudi untuk mendapatkan surat-surat yang ia perlukan untuk menikahi tunangannya wanita mesir.

Turki menuduh Arab Saudi membunuh Khashoggi dan membawa jasadnya keluar dari konsulat. Rabu (11/10/18). Media Turki merilis video pengawas CCTV yang yang menunjukkan apa yang dikatakan sebagai “regu pembunuh” beranggotakan 15 orang dari Arab Saudi.

Mengutip pejabat AS dan Turki yang tidak disebutkan namanya, Washington Post melaporkan rekaman menunjukkan, Khashoggi tengah diinterogasi, disiksa dan dibunuh. Para pejabat Turki telah memberikan laporan mengenai rekaman tersebut kepada pejabat AS.

sumber: reuters dan washington post