Pakistan Menentang Penjualan S-400 Rusia Ke India

Menlu Pakistan Mohammad Faisal. Foto Pakistan Today
Menlu Pakistan Mohammad Faisal. Foto Pakistan Today

Islamabad,Sayangi.com- Kementerian Luar Negeri Pakistan menolak keputusan Rusia untuk menjual sistem pertahan udara S-400 ke negara jirannya India.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Mohammad Faisal menegaskan “Kami menentang perlombaan senjata dalam bentuk apa pun di Asia Selatan. Kami  telah mengusulkan langkah-langkah untuk mendorong pengekangan baik dalam senjata nuklir maupun konvensional.

Dilansir dari Sputnik Sabtu (13/10) Jubir Faisal menuturkan, bahwa “Negara-negara yang memasok senjata ke India harus memastikan bahwa pengiriman semacam itu tidak mengganggu keseimbangan kekuatan yang ada di wilayah tersebut”.

“Kita tidak bisa tetap tidak menyadari perkembangan ini dan berkomitmen kuat untuk mempertahankan pencegahan minimum yang kredibel dengan mengambil langkah apa pun yang diperlukan,imbuh Faisal.

India dan Rusia telah menandatangani kontrak untuk penjualan sistem pertahanan udara S-400 pada tanggal 5 Oktober. Kontrak tersebut ditanda tangani berbarengan dengan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke New Delhi. India telah menganggap pembelian itu diperlukan untuk keamanan nasional, sambil berharap untuk tidakakan terkena sanksi Amerika Serikat (AS).

Bukan rahasia umum hubungan antara New Delhi dan Islamabad menjadi kacau setelah India menuduh Pakistan menyembunyikan orang-orang bersenjata. Milisi bersenjata tersebut telah membunuh 19 tentara India di Jammu dan Kashmir pada September 2016. Namun Islamabad menolak klaim yang dilontarkan India.

Kedua negara ini terus saling menuduh satu sama lain soal pelanggaran gencatan senjata di sepanjang perbatasan de fakto di Kashmir. Wilayah Kashmir terus saja diklaim oleh kedua negara Pakistan dan India sebagai miliknya.

Sejak konflik partisi pada tahun 1947, India dan Pakistan telah berperang sebanyak tiga kali. Pakistan dan India telah berperang pada tahun 1948, 1965 dan 1971. Dua dari tiga peperangan tersebut diantaranya terjadi di wilayah Kashmir.