Hoaks Menyebar Karena Masyarakat Kurang Bertanggung Jawab dalam Bermedia Sosial

Diskusi Publik bertajuk "Menangkal Hoax Menjelang Pilpres 2019" di Aula Perhimpunan Gerakan Kebangsaan (PGK) Jalan Duren Tiga Raya, Jakarta Selatan, Senin (15/10). (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, hoaks atau berita bohong tidak akan bisa menyebar tanpa adanya media. Media sendiri dibagi menjadi dua, yakni media mainstream dan media sosial.

Menurutnya, hoaks mudah tersebar karena masyarakat Indonesia kurang bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

“Faktor utama adalah kecenderungan masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia yang kurang bertanggungjawab bermedia sosial, kurang bisa menahan jempol (untuk mengetk),” dalam diskusi Publik PGK bertajuk ‘Menangkal Hoax Menjelang Pilpres 2019’ di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Senin (15/10).

Setyo menjelaskan, berdasarkan penelitian Mastel, alasan orang meneruskan hoaks itu 48 persen adalah didapat dari orang yang dipercaya.

“Ada yang bilang, gimana saya gak percaya, yang menyampaikan berita itu nenek saya,” kata Setyo.

Alasan kedua, lanjut Setyo, sebanyak 31 persen mengira bahwa itu bermanfaat. Selanjutnya, alasan ketiga, sebanyak 18 persen mengira hal itu benar.

“Dan alasan keempat, sebanyak 3 persen karena dia ingin menjadi yang pertama menyebarkan info tersebut,” tambahnya.

Karenanya, kata dia lagi, perlu ada cek dan ricek alias tabayyun. Salah satunya adalah dengan mengecek apakah berita tersebut terbit di media mainstream.

“Kalau di media sosial harus dicermati, sebaiknya dicek dan ricek lagi sampai tiga kali. Benarkah informasi ini,” pungkasnya.