Penjara Jerman Deportasi El Motassadeq Anggota Sel Teror 9/11 ke Maroko

Anggota sel teror 9 September yang dipenjara di Jerman telah dideportasi ke Maroko. Foto DW
Anggota sel teror 9 September yang dipenjara di Jerman telah dideportasi ke Maroko. Foto DW

Berlin,Sayangi.com- Warga Maroko Mounir El Motassadeq tahun 2007 telah dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. Dia adalah satu-satunya anggota sel teror Hamburg yang diadili di Jerman. Pria yang sekarang berusia 44 tahun ini menjalani hukumannya di penjara Hamburg. Dari dalam penjara, dia menyelesaikan studinya di jurusan elektroteknik.

Tahun 2014 pengacara Motassadeq mengajukan permohonan agar kliennya mendapatkan status tahanan rumah. Tahanan rumah biasa dilakukan untuk tahanan di Jerman yang sudah menjalani sekitar tiga perempat masa tahanannya. Namun ketika itu permohonannya ditolak pengadilan atas alasan keamanan.

Selama menjalani masa tahanan, Motassadeq menikah dan sekarang punya 3 anak. Istri dan anak-anaknya sudah berangkat ke Maroko menunggu kedatangannya. Aparat keamanan Jerman memutuskan untuk mendeportasi Motassadeq ke Maroko menjelang masa tahanannya berakhir.

Sel teror Hamburg dipimpin oleh Mohammed Atta, warga Mesir telah menabrakkan pesawat ke World Trade Center, 21 September 2001. Dia datang ke Jerman tahun 1992 dan terdaftar sebagai mahasiswa di Universitas Teknik Hamburg. Atta dianggap sebagai operator serangan 9/11 yang melibatkan serangan dengan 4 pesawat terbang.

Dilansir dari DW Selasa (16/10) Selain Mohammed Atta, ada dua anggota sel teror Hamburg yang mengemudikan pesawat terbang dalam serangan itu: Marwan Alshehhi, yang menabrakkan pesawat lain ke World Trade Center. Sedangkan Ziad Jarrah, warga Lebanon yang membajak pesawat United Airlines dan kemudian jatuh di negara bagian Pennsylvania. Satu pesawat lain yang dibajak ditabrakken ke markas Departemen Pertahanan AS Pentagon di Washington.

Mohammed Atta dan Ziad Jarrah terdaftar sebagai mahasiswa di Hamburg. Satu pesawat lain yang dibajak ditabrakken ke markas Departemen Pertahanan AS Pentagon di Washington.

Korban tewas dari keempat pesawat United Airlines yang dibajak Jarrah tercatat 246 orang. Lantaran itulah Mounir El Motassadeg kemudian diadili dengan dakwaan membantu pembunuhan dalam 246 kasus.

Pengadilan dalam berkas dakwaan mengatakan, terdakwa mengetahui tentang rencana serangan bunuh diri dengan pesawat terbang itu. Namun dia tidak melaporkan itu kepada aparat keamanan, bahkan menolong tim bunuh diri itu dengan mengirim surat-surat mereka dan melakukan transaksi bank untuk kepentingan mereka.

Masa tahanan Motassadeq di Jerman sebenarnya baru berakhir Januari 2019. Namun pihak kejaksaan menyatakan bersedia membebaskan dia dengan syarat, dia langsung dideportasi ke Maroko.

Menurut keterangan aparat keamanan, selama berada dalam tahanan, Motassadeq berkelakuan baik. Dia selalu menjalankan ibadahnya dengan ketat namun tidak berada dalam jaringan kelompok radikal atau teror lagi.

Disebutkan Setelah dideportasi ke Maroko, Mounir El Motassadeq  akan tinggal dengan keluarganya. Dia dilarang menginjak Jerman sampai tahun 2064. Jika dia mencoba datang ke Jerman, Motassadeq bakal dijebloskan ke penjara lagi.