Kasus Peluru Nyasar di Ruang Anggota DPR, Polisi Amankan Dua Tersangka

Polisi memperlihatkan dua pelaku penembakan peluru nyasar ke ruang anggota DPR RI. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Subdit 6 Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, mengamankan dua tersangka terkait kasus tindak pidana menguasai membawa dan memiliki senjata tanpa hak. Kedua tersangka disangka melakukan penembakan, yang mengenai ruang kerja anggota dewan.

“Kemarin Polda Metro menerima laporan lantai 16 di ruang 1601 dan lantai 13 1313. Itu di ruang Pak Bambang Heru dan Pak Wenny Warouw. Kami berhasil menangkap dua tersangka,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/10).

Menurut Nico, kedua tersangka yang diamankan itu berinisial IAW dan RMY. Saat itu keduanya tengah berlatih menembak di lapangan tembak Senayan, yang berada persis di depan gedung DPR/MPR.

“Dari keterangan yang didapat, kedua tersangka saat menembak menggunakan switcher otomatis. Dimana saat ditembakan pistol yang digunakan bisa memuntahkan sampai empat peluru,” terangnya.

Nico menerangkan, peluru yang menembus ruang kerja anggota dewan ini merupakan peluru nyasar. Tersangka kemungkinan kaget lantaran saat menggunakan switcher, peluru yang dimuntahkan lebih dari tiga butir.

“Ada kemungkinan tersangka kaget dan menembakan pistolnya keatas sehingga mengenai gedung DPR,” jelasnya.

Lebih jauh Nico menjelaskan, dalam kasus tersebut polisi menyita barang bukti berupa, satu pucuk senjata jenis Glock 17, 9x 19 buatan Australia warna hitam coklat. Selain itu ada 3 buah Magazine berikut 3 kotak peluru ukuran 9×19.

“‌Kita juga menyita satu pucuk senjata Api merek AKAI Costumer buatan Austria, kaliber 50 warna hitam dua buah Magazine berikut satu kotak peluru ukuran 40,” paparnya.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan ‌‌Pasal 1 ayat 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951, dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.