Akan Gelar Rakernas, Sedulur Jokowi: Kita Butuh Pemimpin yang Tangguh dan Pluralis

Sedulur Jokowi. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Relawan Sedulur Jokowi akan menggelar Rakernas dan Diskusi Publik, dengan tema “Memilih Presiden yang Ideal dalam Pilpres 2019” pada Jumat (19/10) pukul 15.00-17.00 WIB di Grand Cempaka Hotel, Jakarta. Rakernas akan dihadiri seluruh pengurus Sedulur Jokowi dari perwakilan 34 Provinsi, DPC dan perwakilan luar negeri.

Ketua Umum Sedulur Jokowi Paiman Rahardjo mengatakan, diskusi dan Rakernas rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Selain itu sejumlah tokoh seperti Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin dan pengamat politik Fadjroel Rahman juga dipastikan akan hadir.

“Tantangan Indonesia ke depan semakin kompleks, kita membutuhkan sosok pemimpin yang berkomitmen menyelesaikan masalah tadi. Kita butuh pemimpin yang tangguh, trengginas dan pemimpin yang membangun pluralisme,” ujar Paiman di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/10).

Masalah yang dewasa ini berkembang, kata Paiman, adalah sentimen SARA dan hoaks yang berkembang di masyarakat. Oleh karena itu, Indonesia harus memilih calon pemimpin yang dapat menetralisir itu semua.

“Kita harus hati-hati, kita harus melihat apakah kita mau calon pemimpin yang sudah mampu bekerja, atau hanya yang baru bisa berjanji,” katanya.

Dalam periode pertama kepemimpinan Jokowi, sambung Paiman, ia sudah menunjukkan konsistensi untuk memberantas korupsi, mafia hukum dan mafia Migas. Jokowi juga selalu tenang dalam menanggapi tiap fitnah dan hoaks yang dialamatkan padanya.

“Selalu, setiap ada fitnah, beliau menanggapi dengan rasa tenang. Dalam memberantas korupsi, beliau juga selalu menggunakan cara yang benar,” jelasnya.

Lebih jauh Paiman mengatakan, rekam jejak Jokowi sebelum menjadi Presiden juga telah mumpuni. Apalagi, Jokowi telah memulai karier politiknya dari bawah, sehingga ia tahu cara mengatasi masalah secara tepat.

“Apa kita masih mau tutup mata? Selama jadi Wali Kota, jadi Gubernur hingga akhirnya jadi Presiden, kita bisa lihat prestasi beliau, sudah banyak perbandingannya,” pungkasnya.