Kapolri, Panglima TNI dan Menko PMK Tinjau Pemulihan Pasca Bencana di Lombok

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Hadi Tjahjanto dan Menko PMK Puan Maharani meninjau pemulihan pasca bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/10).

Lombok, Sayangi.com – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian bersama Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto dan Menko PMK Puan Maharani beserta Pejabat Pendamping meninjau pemulihan pasca bencana gempa bumi di Lombok Nusa Tenggara Barat, Rabu (18/10).

Selain itu rombongan juga melaksanakan pengecekan penyaluran anggaran perbaikan rumah yang rusak kepada masyarakat korban bencana gempa.

Tiba di Lombok, rombongan langsung menuju Kecamatan Pengempel untuk berdialog langsung kepada Masyarakat maupun Pokmas serta pejabat terkait guna memastikan bahwa dana perbaikan rumah yang rusak sudah diterima oleh masyarakat yang rumahnya rusak sesuai klasifikasi kerusakannya. Selain itu, Menko PMK menjelaskan kepada masyarakat bahwa formulir pengurusan anggaran perbaikan rumah sudah dipermudah menjadi 1 syarat yang tadinya berjumlah 17 syarat dan juga uang yang diterima tidak dalam bentuk cash melainkan dalam bentuk rekening untuk mengurangi resiko kehilangan dan kejahatan.

Menko PMK, Kapolri dan Panglima TNI juga meninjau langsung RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

Selesai meninjau Di Kecamatan Pengempel, Rombongan langsung menuju Kantor Gubernur NTB untuk melaksanakan makan siang dan Rapat Koordinasi dengan Seluruh stakeholder terkait. Dalam Rapat Koordinasi ini dihadiri oleh Gubernur NTB beserta Forkopimda NTB serta seluruh Bupati dan Walikota di NTB, Kepala BNPB, Pangkogasgabpad beserta para Dansatgas, Kapolda NTB beserta Pejabat Utama dan Kapolres Jajaran NTB, Pangdam IX Udayana beserta Pejabat utama serta Danrem dan Dandim Jajaran.

Dalam rapat koordinasi ini Kapolri menyampaikan bahwa Polri dalam hal ini Polda NTB akan menjalankan beberapa upaya mempercepat proses pencairan dana rehabilitasi rumah warga yang rusak diantaranya yang pertama yaitu Membantu pendataan formulir yang sudah disiapkan oleh masyarakat dalam hal ini oleh para Pok Mas.

Kemudian akan dipantau langsung oleh Dir binmas. Kepada karo ops Untuk turun langsung dan memastikan agar proses ini cepat dilakukan. Kemudian agar betul – betul mengecek proses pencairan anggaran masyarakat yang di Sumbawa yang akan dibagikan oleh Presiden RI besok agar hari ini selesai dilakukan.

Kemudian kita yakinkan penerima ini dia betul-betul menerima bantuan sesuai dengan klasifikasi kerusakan yang ada. Dan dari rekan-rekan kepolisian membantu agar jatuh ke tangan yang benar, lakukan conditioning agar bantu meredam situasi kondisi korban yang lain yang belum dapat, untuk kemudian bersama forkopimda membantu menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilalui sampai pencairan.

“Jangan sampai ditempat lain yang belum melaksanakan pencairan terjadi keributan, agar bantu sama-sama meredam dan sosialisasikan bahwa ada tahapan tahapan yang harus dilalui. Ditegaskan kepada Jajaran intelijen agar meredam dan jajaran serse memastikan agar uang yang jatuh di tangan pokmas digunakan sesuai kebutuhan dan jangan sampai disalahgunakan,” kata Kapolri.

Dalam peninjauan dan rapat koordinasi hari ini Panglima TNI turut didampingi Oleh Pejabat Mabes TNI yaitu As Ops Panglima TNI, Kapuspen TNI dan Waaster Panglima TNI. Sementara untuk Kapolri turut didampingi oleh As Ops Kapolri, Aslog Kapolri, Asrena Kapolri, Kadiv Propam Polri, Dankor Brimob Polri, Kakorlantas Polri dan Kabag Penum Div Humas Polri.

Selesai melaksanakan rakor, rombongan langsung menuju lanud Selaparang untuk melaksanakan peninjauan di posko terpadu Kopgasgabpad. Selesai meninjau Posko, Panglima TNI dan Kapolri menggunakan Helicopter Caracal TNI AU menuju Sumbawa Barat untuk mengecek kesiapan tempat yang akan dikunjungi Oleh Presiden RI.

Setibanya di Kantor Bupati Sumbawa Barat, Panglima TNI dan Kapolri mendengarkan laporan dan paparan dari Bupati Sumbawa Barat. Kemudian rombongan langsung menuju kecamatan Seteluk untuk mengecek pembangunan RIKA (Rumah Instan Sederhana Kayu) dan RIKO (Rumah Instan Sederhana Konvensional). Panglima TNI dan Kapolri memastikan rumah yang akan dikunjungi oleh Presiden layak dan aman.