Peluru Nyasar di DPR Berasal Dari Senjata Jenis Glock 17

Bekas peluru di ruang kerja anggota DPR F-PD Vivi Sumantri Jayabaya di ruang 1008 Gedung DPR RI. (Foto: Istimewa).

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Balistik Metalurgi Forensik Puslabfor Mabes Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya mengatakan, pihaknya telah memeriksa peluru yang ditemukan di ruang anggota DPR pada Rabu (17/10) lalu. Hasilnya, peluru diketahui berasal dari pucuk senjata yang sama, yang proyektilnya ditemukan pada Senin (15/10).

“Sama, kami sudah periksa di Puslabfor, sudah diperbandingkan, ditembakkan sudah. Hasilnya semua itu dari satu senjata yang Glock 17 yang kemarin itu,” ujar Ulung ketika dikonfirmasi, Kamis (18/10).

Ulung bahkan menyebut, pihaknya sampai melakukan tembak ulang demi memastikan kesamaan proyektil. Hasilnya, ulir garis bekas tembakan persis dengan proyektil yang ditemukan pada Senin lalu.

“Itu kita dibandingkan, jadi dibandingkan yang didapat di TKP dengan yang ditembak ulang dengan senjata itu terus dibandingkan hasilnya segaris. Artinya senjata itu yang digunakan untuk penembakan tersebut,”  katanya.

Menurut Ulung, penemuan proyektil dan bekas tembakan bisa berbeda hari karena kemungkinan saat peristiwa peluru nyasar, anggota DPR tersebut tidak berada di ruangan. Sehingga peristiwa tersebut baru diketahui beberapa hari kemudian.

“Jadi ditembakkannya kan hari Senin itu juga, cuma di DPR itu kan masing-masing ruang nggak semuanya diperiksa. Karena dia kan ada yang di kantor, ada yang pergi keluar, baru laporannya setelah dia masuk lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sejumlah ruang kerja anggota dewan terkena peluru nyasar yang berasal dari lapangan tembak Senayan. Setelah sebelumnya ruangan Wenny Warouw dan Bambang Heri, proyektil juga ditemukan di ruang kerja Vivi Sumantri, Totok Haryanto dan Effendi Simbolon.