Perdana Menteri Rusia Berujar Sanksi Adalah Langkah Kontra Produktif

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev. Foto Internazionale
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev. Foto Internazionale

Moskow,Sayangi.com- Bagi Negara Rusia, sanksi adalah langkah kontra-produktif dan negara ini tidak akan pernah menggunakan langkah-langkah militer dalam menangani masalah ini. Statement tersebut ditegaskan langsung oleh Perdana Menteri (PM) Rusia Dmitry Medvedev.

Saat diwawancara oleh Euronews terkait terkait sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE). Medvedev menjawab Ini benar-benar tidak masuk akal dalam dunia kontemporer. Kami adalah negara yang bertanggung jawab dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB (PBB).

Medvedev juga menambahkan bahwa ada berbagai bentuk tanggapan, termasuk tanggapan asimetris, yang tidak selalu bersifat militer.

Perdana menteri Rusia itu menggarisbawahi bahwa sanksi tidak akan mengarah pada sesuatu yang baik. Baginya Sanksi justru malah akan menciptakan tekanan dan hambatan dalam pengembangan hubungan bilateral.

“Sanksi terhadap sektor perbankan, khususnya, adalah sanksi yang paling keras, dan sama dengan deklarasi perang dagang. Misalnya, ia menguraikan bahwa perdagangan Rusia dengan UE hampir setengahnya setelah sanksi diberlakukan. Nilai perdagangan di satu poin telah jatuh dari sekitar USD494 miliar menjadi USD252-264 miliar.

Inilah sebabnya mengapa sanksi adalah pendekatan yang buruk,tutur Medvedev. Negara Rusia telah mendapat sanski ekonomi dari negara-negara Barat termasuk AS dan UE sejak tahun 2014.

Pemberlakuan sanksi oleh negara negara baratĀ  terhadap Rusia setelah aneksasi Rusia terhadap Crimea, yang sebelumnya bagian dari Ukraina. Rusia juga diduga memilikiĀ  peran dalam konflik di bagian selatan negara Ukraina.

Sumber:Xinhua