Polisi Gelar Rekonstruksi Insiden Peluru Nyasar DPR, 25 Adegan Diperagakan Tersangka

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Polda Metro Jaya melakukan rekonstruksi terkait insiden peluru nyasar di gedung DPR RI, Senayan. Peluru yang nyasar berasal dari lapangan tembak yang berada di seberang komplek parlemen tersebut.

“Rekonstruksi ini adalah satu proses dalam penyidikan, dalam rangka untuk mendukung melengkapi informasi dari tersangka suatu perkara,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto di lapangan tembak Senayan, Jumat (19/10)..

Rekonstruksi kali ini, kata Setyo, dibagi menjadi 25 adegan yang diperankan langsung oleh kedua tersangka. Rekonstruksi selesai dilaksanakan dalam jangka waktu 3 jam.

“Ada 25 adegan, mulai dari yang  bersangkutan datang, melakukan  kegiatan di lapangan tembak,sampai dia kembali. Itu sudah terangkum dalam rekonstruksi,” jelasnya.

Diketahui saat insiden terjadi, tersangka menggunakan suatu aksesoris dalam pucuk senjata yang digunakannya saat latihan. Dalam peraturan Perbakin sendiri, aksesoris seperti switch otomatis tidak boleh digunakan untuk olahraga.

“Perbakin tidak mengizinkan untuk senjata otomatis untuk olahraga, itu prinsip. Jadi di dalam aturan Perbakin, tidak ada senjata otomatis, kalau ada kejadian seperti ini, itu tanggung jawab yang bersangkutan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah proyektil peluru ditemukan di beberapa ruang anggota dewan. Sejumlah kaca gedung juga terlihat berlubang, karena terkena peluru.

Dalam kasus ini polisi telah mengamankan dua tersangka, yakni IAW dan RMY. Keduanya diketahui merupakan PNS di lingkungan Kementerian Perhubungan.