Perbakin Akui Ada Kelalaian Dalam Insiden Peluru Nyasar DPR

Ketua Perbakin DKI Jakarta Irjen Pol Setyo Wasisto. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Perbakin DKI Jakarta Irjen Pol Setyo Wasisto mengakui, ada kelalaian saat insiden peluru nyasar gedung DPR. Perbakin menegaskan, switch otomatis tidak boleh digunakan saat olah raga menembak.

“Iya(ada kelalaian) dari organisasi kami, Perbakin. (Penggunaan switch otomatis) itu pelanggaran, karena aturannya nggak boleh senjata automatis ada digunakan untuk olah raga,” ujar Setyo saat rekonstruksi kasus peluru nyasar di lapangan tembak Senayan, Jakarta, Jumat (19/10).

Pendamping tersangka berinisial H, kata Setyo, juga telah diperiksa oleh penyidik sebagai saksi. Namun ia tidak menutup kemungkinan, pendamping tersebut akan kembali diperiksa bila penyidik membutuhkan informasi tambahan.

“Sudah (diperiksa) tapi bisa saja nanti diperiksa ulang. Sampai saat ini statusnya masih saksi,” terangnya.

Lebih lanjut Setyo menjelaskan, bahwa pendamping tersangka saat latihan menembak bukanlah anggota Perbakin. Mereka hanya bekerja di lapangan tembak Senayan.

“Jadi begini, disini ada namanya caddy, dia bukan anggota Perbakin. Ini asisten-asisten yang bantu-bantu lah, caddy kalau di lapangan golf istilahnya,” jelasnya.

Kadiv Humas Polri ini juga menuturkan, pihak Polda Metro Jaya menutup sebagian arena di lapangan tembak Senayan. Hal tersebut dilakukan untuk kepentingan penyidikan.

“Untuk area sini (luar ruangan) saja yang ditutup. Kalau untuk tembak targetĀ  boleh, karena dalam ruangan,” terangnya.