Mantan Petinggi Intelijen MI6 Tunjukan Bukti MBS Dalang Terbunuhnya Khashoggi

Sir John Sawers mantan Bos M16 Inggris. Foto The Guardian
Sir John Sawers mantan Bos M16 Inggris. Foto The Guardian

London,Sayangi.com- Mantan kepala MI6 Inggris, Sir John Sawers, menjelaskan semua bukti menunjukkan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) sebagai dalang di balik kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Menurutnya, teori yang menyatakan oknum militer nakal Saudi bertanggung jawab adalah rekaan belaka.

Kepada BBC mantan petinggi M16 menyatakan penilaiannya didasarkan pada percakapan dengan sumber senior Whitehall dan data dari dinas intelijen Turki.

Analisa Sawers muncul  setelah Trump memastikan wartawan pengkritik rezim Kerajaan Saudi itu telah tewas. Presiden AS Trump mengatakan akan ada konsekuensi harus ditanggung bagi Arab Saudi jika para pemimpinnya terbukti memerintahkan pembunuhan jurnalis kritis tersebut.

Sawerspun kembali menegaskan “Saya pikir Presiden Trump dan tim kementeriannya sadar betapa berbahayanya jika orang bertindak dengan perasaan . Petinggi Kerajaan Saudi memiliki kekebalan dalam hubungan mereka dengan Amerika Serikat.

Jika terbukti, dan tampaknya sangat mungkin terjadi, bahwa Pangeran Mohammed memerintahkan pembunuhan wartawan itu adalah langkah yang terlalu jauh. Dan pastinya Inggris, Uni Eropa dan AS harus mensikapinya ujar Sawyers.

Dia mengatakan teori oknum militer nakal bertanggung jawab atas kematian Khashoggi justru semakin melemahkan rasa hormat Riyadh terhadap Washington ketika Saudi beralih ke teori yang dia sebut sebagai fiksi.

Sawers mengatakan dia menghargai ketelitian dan profesionalisme dinas intelijen Turki. “Tingkat detail yang keluar dari sumber keamanan Turki sangat jelas bahwa beberapa bentuk rekaman harus ada,” ujarnya.

Sawyer berpendapat ada ketegangan antara Turki dan Arab Saudi selama satu dekade terakhir yang membuat Ankara memantau sangat dekat apa yang terjadi di dalam kantor diplomatik Saudi. Dia menduga Ankara menyadap Konsulat Saudi atau memasang perangkat lain guna memantau dugaan pembunuhan Khashoggi.

“Tingkat detail (bukti) sangat memberatkan tim pembunuh. Identitas algojo pembunuh dilaporkan bahwa hubungannya dengan MBS cukup dekat.

Sawers memperkirakan bahwa anggota keluarga Kerajaan Saudi, komunitas bisnis dan ulama konservatif akan mengambil keuntungan dari keterlibatan putra mahkota untuk melemahkannya. “Akan ada reaksi di Arab Saudi terhadap pembunuhan yang mengerikan ini dan itu akan ada koreksi selanjutnya.

Sementara Laporan yang beredar di Turki mengatakan Khashoggi dibunuh secara brutal dan dimutilasi di dalam konsulat oleh anggota tim algojo yang berjumlah 15 orang. Kelima belas Algojo tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dengan putra mahkota.

Terkait adanya berita yang beredar tentang kematian Khashoggi, otoritas Saudi telah menolak berbagai laporan tersebut. Para petinggi Saudi menyebutkan segala tuduhan tersebut tidak berdasar.

Turki mengumpulkan data intelijen, yang diduga dengan menyadap, untuk mengumpulkan bukti lain yang bisa dibagikan dengan komunitas internasional guna membuktikan teorinya.

Guna mengumpulkan bukti lain Aparat keamanan Turki telah menyusuri hutan di pinggiran Istanbul dan kota lain dekat Laut Mamara. Wilayah ini berada 56 mil (90km) selatan Istanbul.

Aparat Turki telah membocorkan rincian kematian mengerikan Khashoggi berdasarkan laporan intelijen. Akan tetapi Menlu Turki Mevlüt Cavusoglu, mengungapkan data mentah temuan intelijen termasuk rekaman audio belum dibagikan kepada Menlu AS Michael Pompeo dan pihak asing lainnya.