Departeman Kehakiman AS Akan Investigasi Pelecehan Anak oleh Gereja Pennsylvania

Jaksa Agung Pennsylvania Josh Shapiro memberi keterangan terkait para biarawan Gereja Katolik Roma melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak AS.Foto phillymag.com
Jaksa Agung Pennsylvania Josh Shapiro memberi keterangan terkait para biarawan Gereja Katolik Roma melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak AS.Foto phillymag.com

Pennsylvania,Sayangi.com- Jaksa Agung Pennsylvania Josh Shapiro menggelar konferensi pers di Capitol, di Harrisburg pada 17 Oktober 2018 waktu setempat.

Dikutip dari VOa News (20/10),Konpres yang digelar Departemen Kehakiman AS tersebut guna menanggapi laporan panel juri yang menuduh para biarawan Gereja Katolik Roma melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di wilyah ini selama puluhan tahun.

Tujuh dari delapan keuskupan Gereja Katolik Roma di AS, yaitu Philadelphia, Pittsburgh, Scranton, Erie, Greensburg, Allentown dan Harrisburg, Kamis (18/10), membenarkan mereka telah menerima surat panggilan pengadilan federal. Keuskupan tersebut mengatakan akan bekerja sama.

Keuskupan Greensburg lewat sebuah pernyataan,menyebutkan Panggilan pengadilan ini tidak mengherankan, mengingat kesalahan mengerikan yang dirinci dalam laporan dewan juri di seluruh negara bagian

Lewat pernyataan Keuskupan Greensburg menguraiakan “Korban selamat, paroki dan masyarakat ingin melihat bukti bahwa setiap keuskupan telah melakukan tindakan cermat, menentukan dan berdampak untuk membuat anak-anak lebih aman. Kami memandang ini sebagai kesempatan lain bagi Keuskupan Greensburg untuk transparan.

Panggilan pengadilan itu meminta dokumen internal gereja. Selain itu pengadilan juga meminta bukti apa pun dari personil gereja yang membawa anak-anak melintasi batas negara bagian untuk tujuan terlarang, antara lain mengirim gambar atau pesan seksual secara elektronik. Dan menginstruksikan siapa pun untuk tidak menghubungi polisi. Serta penunjukan kembali predator yang dicurigai, atau menggunakan aset gereja sebagai bagian dari skandal itu.

Penyelidikan itu dilakukan setelah dewan juri negara bagian mengeluarkan laporan mengejutkan pada Agustus lalu. Laporan yang membuat publik terngangga adalah temuan bahwa lebih dari 300 “pastor predator” telah melakukan pelecehan seksual terhadap lebih dari 1.000 anak.

Pelecehan seksual tersebut telah berlangsung selama tujuh dekade dan hierarki gereja telah menutup-nutupinya.

Para pastor Pemerkosa anak-anak lelaki dan perempuan kecil, dan pelayan Tuhan yang bertanggung jawab terhadap mereka bukan lantaran tidak melakukan apa pun, tetapi mereka juga menyembunyikan semuanya. Selama beberapa dekade merka melakukan hal tersebut ” kata laporan dewan juri itu.

Akan tetapi peristiwa asusila tersebut tidak ada indikasi bahwa penyelidikannya akan diperluas secara nasional. satu dari sekian korban pelecehan dari pastor Johnstown, Shaun Dougherty kepada Associated Press”Saya senang mendengar informasi ini.

Terlihat dengan rasa lega Dougherty menyebut “Kita mendapat perhatian penuh dari pemerintah federal Amerika” yang tengah menyelidiki Gereja Katolik Roma.

Kepada pihak berwenang koraban pelecehan yang saat ini berusia 48 tahun mengatakan ia mengalami pelecehan seksual oleh seorang pastur di Keuskupan Altoona-Johnstown saat dirinya anak-anak.