Jadi Tersangka, Nur Mahmudi Dicekal Untuk Pergi ke Luar Negeri

Mantan Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail. (Ist)

Jakarta, Sayangi.com – Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, mantan Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail (NMI) resmi ditetapkan sebagai tersangka. Politisi PKS itu menjadi tersangka kasus korupsi pelebaran Jalan Nangka, di Tapos, Depok.

Menurut Argo, penyidik telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk mencegah yang bersangkutan pergi ke luar negeri. Pencegahan itu terhitung berlaku hingga enam bulan ke depan.

“Setelah kemarin tanggal 18 Oktober kita lakukan pencegahan yang bersangkutan ke luar negeri. Selama enam bulan kedepan tidak bisa ke luar negeri,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/10).

Mengenai berkas terhadap NMI yang sudah dikirimkan ke pihak kejaksaan, dikembalikan lagi ke penyidik. Berkas tersebut dikembalikan lantaran pihak kejaksaan menganggap berkas tersebut belum lengkap.

“Karena masih belum lengkap ya, makanya dikembalikan oleh jaksa. Secepat mungkin kita akan kembalikan dan lengkapi ke kejaksaan,” katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam kasus ini polisi menetapkan NMI dan Harry Priharto sebagai tersangka. Penetapan tersangka resmi berlaku sejak 20 Agustus lalu.

Dalam kasus ini, keduanya diduga telah merugikan negara yang mencapai Rp 10 miliar. Hal ini setelah dikuatkan dengan adanya audit yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat.