Hasil Puslabfor Polri Tunjukkan Proyektil di DPR Identik Dengan Senjata Tersangka

Kepala Balmetfor Puslabfor Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya menjelaskan hasil analisa forensik terhadap penembakan sejumlah ruangan di gedung DPR RI. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo).

Jakarta, Sayangi.com – Kepala Bidang Balistik dan Metalurgi Forensik Pusat Laboratorium Forensik (Balmetfor Puslabfor) Polri Kombes Pol Ulung Kanjaya mengatakan, proyektil yang ditemukan di beberapa ruang anggota DPR identik dengan senjata yang digunakan kedua tersangka. Kesimpulan ini diperoleh setelah pihak kepolisian melakukan uji penembakan ulang.

“Hasil uji tembak ulang dengan menggunakan senjata Glock 17 hasilnya identik dengan barang bukti yang didapatkan dari TKP. Berarti senjata itu yang digunakan untuk menembak,” ujar Ulung di Mapolda Metro Jaya, Senin (22/10).

Keidentikan lain yang diperoleh pihak Labfor, kata Ulung, juga diperoleh dari guratan dataran dan galangan peluru. Hasilnya, memang senjata jenis Glock 17 berkaliber 9 milimeter merupakan senjata yang diduga digunakan oleh pelaku.

Pihak Puslabfor, sambung Ulung, juga melakukan komparasi untuk mengetahui perbandingan peluru tersebut. Kendati demikian, ada sedikit perbedaan lantaran proyektil yang ditemukan di DPR.

“Kalau yang di gedung DPR itu proyektilnya pecah karena menabrak kaca gedung,” katanya.

Selanjutnya, Ulung juga menjelaskan, galangan dan dataran terbentuk karena bahan proyektil yang lebih lunak. Proyektil terbuat dari bahan kuningan sedang laras senjata terbuat dari bahan baja.

“Ketika peluru keluar, peluru membentuk dataran dan galangan. Proyektil peluru lunak karena berbahan dasar kuningan, sedangkan laras senjata terbuat dari baja,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Subdit 6 Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, mengamankan dua tersangka terkait kasus tindak pidana menguasai membawa dan memiliki senjata tanpa hak. Kedua tersangka disangka melakukan penembakan, yang mengenai ruang kerja anggota dewan.

“Kemarin Polda Metro menerima laporan lantai 16 di ruang 1601 dan lantai 13 1313. Itu di ruang Pak Bambang Heru dan Pak Wenny Warouw. Kami berhasil menangkap dua tersangka,” kata Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/10).

Menurut Nico, kedua tersangka yang diamankan itu berinisial IAW dan RMY. Saat itu keduanya tengah berlatih menembak di lapangan tembak Senayan, yang berada persis di depan gedung DPR/MPR.

Setelah itu, proyektil kembali ditemukan di ruang kerja anggota dewan lainnya. Selain dua ruang anggota dewan tadi, proyektil juga ditemukan di ruang kerja anggota Fraksi PAN Totok Daryanto, anggota Fraksi Demokrat Vivi Sumantri Jayabaya dan ruang anggota Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon.