Erdogan Ingin 18 Algojo Khashoggi Diadili di Turki

Dihadapakan parleman Turki Erdogan Sebut Ingin 18 Algojo Khashoggi Diadili di Turki. Foto Politico
Dihadapakan parleman Turki Erdogan Sebut Ingin 18 Algojo Khashoggi Diadili di Turki. Foto Politico

Ankara,Sayangi.com- Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta agar “Algojo” Jamal Khashoggi diadili di Turki. Pasalnya, tewasnya Khashoggi diyakini terjadi di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul,Turki.

Pembangkang Saudi yang bermukim di Amerika, Jamal Khashoggi, “dibunuh secara biadab,” kata Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Selasa (23/10). Ia menyatakan pembunuhan oleh Arab Saudi di konsulatnya di Istanbul itu sebagai suatu tindakan terencana, dan mengabaikan klaim Riyadh bahwa yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu adalah agen-agen jahat.

“Semua bukti yang terkumpul menunjukkan bahwa Jamal Khashoggi adalah korban pembunuhan biadab,” kata Erdogan kepada parlemen Turki.

“Menutup-nutupi kebiadaban semacam itu akan menyakiti nurani manusia,” tambahnya. Dikulik dari Hurriyet, Rabu (24/10),Para tersangka yang dimaksud Erdogan adalah belasan warga Arab Saudi yang diduga sengaja datang ke Turki untuk menghabisi Khashoggi.

Arab Saudi telah mengakui Khashoggi memang tewas di konsulat, tetapi akibat perkelahian dengan sejumlah orang di gedung tersebut. Riyadh mengaku telah memecat lima pejabat dan menangkap 18 orang terkait kasus ini.

Erdogan juga menyinggung pembunuhan warawan senior Khashoggi telah direncanakan beberapa hari sebelumnya. Erdogan masih menginginkan jawaban atas berbagai pertanyaan, mengenai “siapa yang memberikan perintah” dan ada dimana jasad Khashoggi saat ini.

Dia menyatakan “Saya sudah menelepon Arab Saudi. Kejadianny terjadi di Istanbul. Kami mengusulkan bahwa 18 tersangka ini harus diadili di Istanbul,ungkap Erdogan.

Dalam pidato terbarunya, ia tidak menyebutkan nama Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Erdogan hanya menyatakan memercayai kerja sama penuh dari Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud dalam penyelidikan kasus terbunuhnya Khashoggi.