Mabes Polri Sebut Bendera yang Dibakar Banser di Garut Merupakan Simbol HTI

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto: Sayangi.com/Tri Setyo)

Jakarta, Sayangi.com – Mabes Polri memastikan, bendera bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar anggota Banser saat Hari Santri Nasional memang bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Kesimpulan ini didapat setelah pihak kepolisian mempelajari sejumlah dokumen milik HTI.

“Sebelum organisasi itu dibubarkan, kita sudah mengidentifikasi. Bahwa bendera itu digunakan HTI, baik dalam simbol di kantor dewan pusat HTI, maupun setiap event kegiatannya menggunakan bendera itu,” ujar Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Rabu (24/10).

Menurut Dedi, bendera tersebut merupakan bendera yang dahulu kerap digunakan HTI dalam setiap kegiatannya. Selain itu, dari sejumlah dokumen seperti surat, dipastikan bendera yang dibakar memiliki kesamaan dengan bendera milik HTI.

“Bendera itu selalu dibawa kelompok HTI dan berbagai-bagai dokumen lah, surat menyurat, dokumen kantor, even kegiatan, itu bendera HTI,” tegasnya.

Saat ini, kata Dedi, kasus pembakaran bendera tengah ditangani Polda Jawa Barat. Sementara pihak Bareskrim Polri hanya mem-back up kasus yang tengah viral ini.

“Sekarang Polda Jawa Barat yang menangani, agar penanganannya komprehensif. Agar tidak salah konstruksi hukumnya, jadi mereka yang memimpin dalam kasus ini,” terangnya.

Dedi juga menegaskan, Polri akan bekerja berdasarkan fakta hukum yang ditemukan di TKP, maupun hasil gelar perkara. Setelah itu akan dilakukan penyelidikan, sehingga apa yang sebenarnya terjadi akan terungkap.

“Jadi silakan saja masyarakat memiliki pendapat. Tapi kita tetap, polisi bekerja sesuai fakta hukum,” kata Dedi.

Diketahui, sejumlah orang membawa bendera bertuliskan kalimat tauhid ke alun-alun Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Senin (22/10). Bendera tersebut dibawa ke acara perayaan Hari Santri Nasional di sana.