Ketum GP Ansor Akan Dipolisikan Karena Sebut Bendera Tauhid Sebagai Bendera HTI

Abdul Chair Ramadhan . (Foto: Sayangi.com/Fahri)

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan (Kumdang) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Abdul Chair Ramadhan menegaskan, bendera yang dibakar oleh oknum anggota Banser di Garut adalah bendera tauhid.

Dia mengaku heran karena pihak Ansor dan Banser menganggap bendera bertuliskan kalimat tauhid tersebut sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Bendera tersebut adalah ar-rayah, al-liwa, panji Islam. Kenapa dijadikan bahan sweeping bahwa itu adalah bendera HTI, itu adalah kebohongan publik,” kata Abdul Chair dalam diskusi bertajuk ‘Membakar Bendera Tauhid, Penghinaan Terhadap Islam?’ di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

Menurut Abdul Chair, pernyataan Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan bahwa bendera tauhid tersebut adalah bendera HTI adalah kebohongan yang lebih berbahaya dari kasus hoaks Ratna Sarumpaet.

“Ini lebih berbahaya dari kasus hoaksnya Ratna Sarumpaet. Yang paling bertanggungjawab adalah ketum GP Ansor,” tambahnya.

Karenanya, dia berencana melaporkan ketum GP Ansor ke pihak berwajib karena kebohongannya tersebut.

“Besok saya akan laporkan ketum GP Ansor karena perkataan bohongnya yang mengatakan bendera Rasulullah sebagai bendera HTI. Ini kebohongan terbesar sepanjang sejarah Indonesia,” tandasnya.